20 Disabilitas Pertanyakan Bantuan ke Dinas Sosial 

Bantuan yang diberikan dinilai tidak tepat sasaran

20 Disabilitas Pertanyakan Bantuan ke Dinas Sosial 

20 Disabilitas Pertanyakan Bantuan ke Dinas Sosial 

Bantuan yang diberikan dinilai tidak tepat sasaran

Bener Meriah - Sedikit 20 disabilitas yang tergabung dalam  Persatuan Disabilitas Kabupaten Bener Meriah, mendatang Dinas Sosial setempat guna mempertanyakan bantuan selama ini. Rabu 17 Oktober 2018. 

Ketua Organisasi disabilitas Bener Meriah, Muklis menyampaikan, kedatangan mereka tersebut untuk menanyakan terkait bantuan untuk disabilitas. 

"Bantuan yang diberikan tidak tepat sasaran, pasalnya salah satu disabilitas penerima bantuan becak penumpang sebelumnya juga telah memiliki becak. Seharusnya bantuan tersebut diberikan kepada yang lain yang juga membutuhkanya," ujarnya. 

Tambah Muhlis, bantuan yang diberikan Dinas Sosial selama ini juga tidak sesuai kebutuhan, seperti bantuan alat dengar untuk tuna rungu alat dengar yang diberikan kalau dipakai kadang mendengung dan besar sendiri. 

"Alat dengar yang diberikan kepada tuna rungu cocoknya untuk orang tua, begitu juga dengan tongkat ketiak," sebutnya. 

Katanya lagi, jadi kedatangan mereka untuk menyampaikan keluh kesah karena Dinas Sosial dinilia sebagai rumah untuk mereka mengadu. 

Salah seorang lainnya juga menyampaikan,  merasa kurang diperhatikan, bahkan selama mereka selalu didata tapi belum menerima bantuan. 

"Pada tahun 2016 yang lalu, kami pernah didatangi petugas dari Dinas Sosial Provinsi Aceh  untuk menanyakan bantuan senilai 15 juta kepada kami, namun kami tidak bisa menunjukkan barang bantuan tersebut karena kami tidak pernah menerimanya," ungkapnya. 

Untuk itu, Diharapkan Dinas Sosial ke depannya lebih teliti dan terkait pelatihan tidak boleh itu itu saja orangnya. 

Sementara itu Kepala Bidang Pelayananan dan Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Bener meriah, Leli Suherni, SKM mengatakan, terkait dengan pemberian bantuan becak, penerima adalah berdasarkan proposal yang disampaikan TKSK masing-masing kecamatan. 

Dia juga menegaskan, dirinya baru tahun 2017 menjabat Kabid di Dinas Sosial, mengenai apa yang terjadi sebelum dia di sana dia mengaku tidak mengetahui. 

" Karena mereka organisasi maka kita meminta data mereka, agar kita bisa menyesuaikan dengan data dari TKSK," ucap Leli Suherni.