Agustus 2018, Jokowi Buka Gayo Alas Mountain International 

"Kita sudah koordinasi ke istana untuk meminta di tanggal 24 Agustus acara tersebut dibuka oleh Presiden Jokowi"

Agustus 2018, Jokowi Buka Gayo Alas Mountain International 
Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah membuka Rapat Koordinasi Persiapan Gayo Alas Mountain International 2018, di Gedung Serbaguna Setda Aceh, Selasa 30 Januari 2018. [Foto: Humas Aceh]

Agustus 2018, Jokowi Buka Gayo Alas Mountain International 

"Kita sudah koordinasi ke istana untuk meminta di tanggal 24 Agustus acara tersebut dibuka oleh Presiden Jokowi"

Banda Aceh - Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, menyebutkan Pemerintah Aceh mendukung sepenuhnya pagelaran Gayo Alas Mountain International 2018, yang direncanakan berlangsung 24 Agustus mendatang. Kegiatan yang direncanakan dibuka Presiden Indonesia Joko Widodo tersebut dinilai langkah awal percepatan pembangunan kawasan khusus Gayo-Alas. 

"Ini adalah langkah awal realisasi pembangunan kawasan strategis Gayo-Alas," kata Wagub Nova, saat membuka Rapat Koordinasi Persiapan Gayo Alas Mountain International 2018, di Gedung Serbaguna Setda Aceh, Selasa 30 Januari 2018.

Menurutnya, pesta adat dan budaya Gayo-Alas tersebut merupakan sebuah konsep mendorong pembangunan kawasan di poros tengah melalui kegiatan kepariwisataan, kebudayaan dan petanian khususnya bidang agroindustri. "Pintu masuknya adalah event besar ini."

Provinsi Aceh sendiri diyakini mampu menyukseskan kegiatan bertaraf internasional itu. Apalagi baru-baru ini Aceh juga sukses menggelar kegiatan Sail Sabang. Untuk itu, Wagub meminta seluruh dinas terkait bisa menggunakan sukses Sail Sabang untuk suksesnya Gayo Alas Festival.

Gayo Alas Mountain International 2018 akan berlangsung selama 100 hari dan berlangsung di empat kabupaten: Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues dan Aceh Tenggara.

Sementara Asisten Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Kawasan Kementerian Koordinator PMK Ir. Nyoman Shuida, mengatakan kegiatan Gayo Alas Mountain Festival merupakan peluang untuk potensi budaya yang luar biasa. Event itu juga menjadi motor penggerak yang pada akhirnya akan membangkitkan perekonomian masyarakat di empat wilayah itu.

"Atas instruksi Presiden Joko Widodo yang meminta adanya kegiatan nasional di daerah, yang bisa mengundang wisatawan, maka digagaslah event Gayo Alas Mountain Festival," ujarnya.

"Kita sudah koordinasi ke istana untuk meminta di tanggal 24 Agustus acara tersebut dibuka oleh Presiden Jokowi," timpal Nyoman Shudia.

Kegiatan tersebut, tambah Nyoman, direncanakan berlangsung hingga 100 hari. Di mana, ke empat kabupaten di Gayo dan Alas akan berpartisipasi. Puncak kegiatan direncanakan berlangsung di Gayo Lues pada 24 November dengan penampilan pagelaran Tari Saman. Nantinya 15 ribu penari lokal ditambah penari dari mancanegara akan memainkan tarian saman di Gayo Lues. 

Para turis itu akan dididik di daerah Gayo dan Alas serta difasilitasi untuk belajar kebudayaan Gayo. "Semacam ada akademi saman yang bisa diikuti oleh masyarakat dunia," kata Nyoman.

Sementara pemilhan tanggal 24, karena di tanggal itulah tari saman diakui oleh Unesco sebagai salah satu warisan budaya dunia, tepatnya di tangal 24 November 2011 lalu.[]