30 UKM Aceh Raih Penghargaan Naik Kelas

penganugerahan diperuntukan untuk 30 UMKM yang telah berhasil naik kelas yang berasal dari 23 kabupaten/kota di Aceh

30 UKM Aceh Raih Penghargaan Naik Kelas
Penganugerahan UKM Aceh Naik Kelas

30 UKM Aceh Raih Penghargaan Naik Kelas

penganugerahan diperuntukan untuk 30 UMKM yang telah berhasil naik kelas yang berasal dari 23 kabupaten/kota di Aceh

Banda Aceh—Sebanyak  30 UKM dari 23 Kab/Kota meraih penghargaan Naik Kelas. Proses penilaian untuk UMKM naik kelas telah dilakukan selama periode Maret hingga Oktober 2017. Setiap kabupaten/kota dinilai dan dipilih 1-4 UMKM.

Penghargaan diberikan dalam acara “Penganugerahan UMKM Naik Kelas” yang dihadiri Kepala Dinas Koperasi dan UMKM beserta Kepala Bidang di ruang Gallery Plut Aceh, (15/11).

Direktur Plut provinsi Aceh, Drs. Azhari menjelaskan, penganugerahan diperuntukan untuk 30 UMKM yang telah berhasil naik kelas yang berasal dari 23 kabupaten/kota di Aceh.

UMKM tersebut antara lain Evi Handycraft, Chachanda Brounis, Aroma Food, rumah pengolahan ikan (RPI) UD Matahari, Rumoh Ummy, Aslam, Maja, Tungkop Indah, Es Krim Tgk. Aceh, Milhy, Siwah, Husni Souvenir, Zul Souvenir, Yusmila Songket, Mawar Indah, Tantia Bakery, Abi Ochi, Garabi, Tootor Coffee, HR Coffee, UD Sere Wangi, Arenshop, Kelor Kita, Sari Souvenir, Root Craft Simeulue Island, Mawaddah Taylor, Barokah Grup, Dianti, Sada Kata dan Mama Nim.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Mulyadi, SPd, MM dalam sambutannya menjelaskan, penganugerahan penghargaan bagi "UMKM Naik Kelas" ini bertujuan untuk memotivasi, menumbuhkan semangat dan gairah UMKM agar terus meningkatkan daya saing, produktivitas, nilai tambah, dan kualitas kerja.

“Dari usaha mikro naik kelas ke usaha kecil dan usaha kecil naik kelas ke usaha menengah. Pertahankan kinerja tersebut, jangan sampai tahun ini naik kelas, di tahun depan turun lagi atau bahkan hilang “ganti profesi," pesan pria kelahiran Pidie itu.

Mulyadi menambahkan, sangat besar peluang dan kesempatan yang telah diberikan pemerintah bagi UMKM. Tidak hanya pemerintah pusat dan daerah. BUMN, Perusahaan Swasta, Lembaga-lembaga Non – Pemerintah, Lembaga-lembaga Asing dan Asosiasi juga telah membantu UMKM. Yang masih kurang dari UMKM adalah keinginan untuk belajar untuk terus meningkatkan inovasi dan kreativitas.

“PLUT-KUMKM ini adalah “Rumah bagi UMKM”. Silahkan Bapak-bapak dan Ibu-ibu pelaku usaha UMKM berkonsultasi. Mungkin Bapak dan Ibu sulit untuk menjumpai saya. PLUT-KUMKM memberikan layanan “gratis”. Menjadi perpanjangan tangan Dinas untuk menjangkau lebih banyak KUMKM," jelasnya.

"Konsultasi bisa via telpon atau jika perlu mintakan konsultan datang menjumpai ke lokasi usaha," pesannya.[]