60 Supir Mobil Rental Banda Aceh Dilatih Hadapi Wisatawan

60 Supir Mobil Rental Banda Aceh Dilatih Hadapi Wisatawan
Asperkindo Aceh dan Dinas Pariwisata Aceh melatih 60 supir untuk meningkatkan pelayanan terhadap wisatawam yang berkunjung ke Aceh.

60 Supir Mobil Rental Banda Aceh Dilatih Hadapi Wisatawan

Banda AcehAsosiasi Perusahaan Rental Kendaraan Indonesia (ASPERKINDO) Aceh yang didukung Dinas Pariwisata Aceh melaksanakan pelatihan peningkatan pelayanan supir mobil rental, di hotel Permata Hati Gampong Tanjong, Aceh Besar.

Pelatihan yang dilaksanakan pada Rabu 13 September 2017 lalu tersebut, dalam rangka meningkatkan pelayanan wisatawan yang berkunjung ke Aceh. Sejumlah 46 perusahaan rental mobil yang ada Banda Aceh.

Ketua DPD Asperkindo Aceh Supriadi, mengatakan Asperkindo Aceh mengapresiasi dukungan yang diberikan Kepala Dinas Pariwisata Aceh Reza Fahlevi. Supriadi berharap dukungan tersebut juga diikuti dinas lainnya.

Menurut Supriadi, supir rental merupakan ujung tombak pelayanan terhadap wisatawan yang datang ke Aceh. Hal itu, menurutnya berhubungan erat dengan upaya pemerintah dalam mempertahankan prestasi Aceh sebagai destinasi wisata halal terbaik tingkat internasional yang telah diraih Aceh.

“Pelatihan ini dikuti oleh 60 orang supir yang setiap harinya berhadapan dengan wisatawam yang berkunjung ke Aceh, mereka adalah ujung tombak dari pelayanan terhadap wisatawan. Dengan pelatihan ini kita harapkan supir-supir dari perusahan rental semakin ramah dalam pelayanan,” kata Supriadi.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Usaha  Pariwisata dan Kelembagaan (PUP&K) Dinas Pariwisata Aceh Drs. Amiruddin,M.Si, membeberkan keluhan wisatawan yang menjadi perhatian pihak dinas.

Amiruddin mengingatkan, Aceh sebagai pemegang lebel distinasi wisata halal tingkat internasional, harus berupaya keras untuk meningkatkan pelayanan terhadap wisatawan yang berkunjung ke Aceh.

Menurutnya, kesalahan fatal yang dilakukan sebagian supir di Aceh selama ini adalah tidak melakukan pelayanan yang sesuai konsep distinasi wisata halal tersebut.

“Banyak wisatawan yang mengeluh, mengapa supir tidak berhenti di Musalla atau Masjid terdekat ketika waktu shalat telah tiba. Kadang malah wisatawan yang minta berhenti shalat duluan, si supir malah tidak shalat, dia menunggu dikenderaannya. Jadi saya harap, kepada supir-supir mobil rental ketika sudah masuk waktu shalat, supir memberitahukan dan menawarkan kepada setiap wisatawan untuk melakukan ibadah shalat,” pungkas Amir.[]