A Rani Usman Pimpin Askopis Aceh

Peserta dan perwakilan kampus sepakat meminta kesediaan Dr. A Rani Usman untuk memimpin Askopis Aceh.

A Rani Usman Pimpin Askopis Aceh

A Rani Usman Pimpin Askopis Aceh

Peserta dan perwakilan kampus sepakat meminta kesediaan Dr. A Rani Usman untuk memimpin Askopis Aceh.

Banda Aceh - Dr. A Rani Usman, M.Si terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Asosiasi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (ASKOPIS) Provinsi Aceh, dalam Musyawarah Daerah I Dewan Pimpinan Daerah Askopis Aceh di Aula Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Darussalam Banda Aceh, Rabu 31 Oktober 2018.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Askopis Dr. Mohammad Zamroni, S.Sos., M.Si mengatakan, Askopis merupakan wadah yang bertekad meningkatkan potensi dan penguatan Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) dalam konteks kehidupan pancasila untuk mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Secara khusus, Kata Zamroni, Askopis memiliki tugas utamanya untuk menselaraskan kurikulum-kurikulum yang ada di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam yang berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), selanjutnya Askopis juga akan memberikan pendampingan untuk akreditasi prodi-prodi KPI menjadi yang terbaik di seluruh Indonesia.

“Lebih kurang ada 250 prodi KPI di berbagai kampus di seluruh Nusantara, sekitar 25 persen di antaranya telah memperoleh akreditasi ‘A’, 30 persen berakreditasi ‘B’ dan selebihnya masih ‘C’, ini menjadi tantangan bagi Askopis, karena semakin hari terus meningkat calon mahasiswa yang berminat pada prodi KPI,” Jelasnya.

Menurutnya, Askopis juga memiliki jurnal yang akan segera terakreditasi, dan terus berusaha membantu dan mendorong agar lahir guru besar sebanyak-banyaknya dari prodi komunikasi, sehingga prodi KPI akan semakin berkembang di masa akan datang.

Untuk itu kata Zamroni, program besar selanjutnya Askopis ini perlu dikembangkan di seluruh Indonesia, dari 34 provinsi di seluruh Indonesia, ada beberapa provinsi yang pengurusnya digabung karena hanya ada beberapa prodi KPI, namun bagi Aceh ada tujuh atau delapan kampus yang memiliki prodi KPI, sehingga layak didirikan Dewan Pimpinan Daerah Askopis di Serambi Mekkah ini.

“Kami berharap, dengan terbentuknya Askopis Aceh dapat ikut membantu publikasi rumusan-rumusan yang telah disusun oleh pimpinan pusat dan sebaliknya dari prodi di masing-masing daerah akan disampaikan ke pusat, serta dapat membantu melaksanakan program yang dapat membantu pengembangan prodi,” kata Ketum Askopis.

Sementara itu, Ketua Askopis Aceh terpilih, Dr. A Rani Usman yang sebelumnya juga dimandatkan untuk melaksanakan Musda I Askopis Aceh mengatakan,  Musda I tersebut digelar bersamaan dengan Seminar Nasional Komunikasi Islam dengan tema “Komunikasi Islam Dalam Multi Perspektif” diikuti oleh 150 peserta, terdiri dari unsur dosen dan mahasiswa KPI.

Rani menyebutkan, pada seminar tersebut hadir empat narasumber, yaitu Ketua Umum DPP Askopis, Dr. Mohammad Zamroni, M.Si, dengan materi Perspektif Komunikasi Islam, Dr. Jauhari Hasan dengan materi Komunikasi Islam dalam Perspektif Penerapan Syariat Islam, Dr. Muhammad Aminullah dengan materi Formula Alami (Komunikasi Alamtologi) dan Dr. A Rani Usman, M.Si dengan materi Komunikasi Internasional.

Setelah sesi Seminar kata Abdul Rani, dilanjutkan dengan Musyawarah Daerah untuk pemilihan Ketua dan pengurus Askopis provinsi Aceh, diikuti oleh delapan perwakilan prodi KPI di Aceh, antara lain prodi KPI S1 dan S2 UIN Ar-Raniry, IAIN Langsa, IAIN Lhokseumawe, IAI Al-Aziziyah Samalanga, STAIN Gajah Puteh Takengon, STAIN Meulaboh dan Universitas Serambi Mekkah.

Sidang Pleno Musda-I tersebut dipimpin oleh Dr. Andri Nirwana, MA dari Universitas Serambi Mekkah, dalam sidang tersebut peserta dan perwakilan kampus sepakat meminta kesediaan Dr. A Rani Usman untuk memimpin Askopis Aceh.

Dengan berbagai pendapat dan pertimbangan yang disampaikan peserta sidang, selanjutnya pimpinan sidang di hadapan Ketua Umum Askopis Pusat menetapkan Abdul Rani Usman sebagai ketua terpilih, dan selanjutnya disusun tim formatur yang akan menyusun kepengurusan untuk periode 2018-2020.[]