Ahmadi : KEE Jangan Menghambat Investor di Bener Meriah

Ahmadi : KEE Jangan Menghambat Investor di Bener Meriah
Bupati Bener Meriah itu saat membuka rapat koordinasi, sosialisasi dan penyusunan rencana aksi KEE di Aula Sekretariat daerah Kabupaten Bener Meriah, Kamis 26 Oktober 2017. (Foto: Samsuddin)

Ahmadi : KEE Jangan Menghambat Investor di Bener Meriah

Bener Meriah - Bupati Kabupaten Bener Meriah Ahmadi, SE mengharapkan  penaganan Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) tidak mengganggu investasi yang bertujuan untuk kesejahteraan rakyat di daerah yang dipimpinnya. 

“Kami berharap penanganan yang dilakukan nantinya bersifat permanen dan komprehensif tentunya untuk jangka panjang, dan kita mau penanganan ini tidak mengganggu investasi yang nantinya bertujuan untuk kesejateraan rakyat kita. Artinya, ini terkait investasi pembangkit listrik tenaga air yang ada di Kecamatan Gajah Putih, Timang Gajah, dan Pintu Rime Gayo,” kata Ahmadi.

Hal tersebut disampaikan Bupati Bener Meriah itu saat membuka rapat koordinasi, sosialisasi dan penyusunan rencana aksi KEE di Aula Sekretariat daerah Kabupaten Bener Meriah, Kamis 26 Oktober 2017.

Dia menjelaskan, bahwa investasi tersebut akan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat, mendukung terciptanya lapangan kerja untuk rakyat, dan akan mendukung banyak hal yang berkaitan dengan kesejahteraan rakayat.

Di sisi lain Ahmadi menyampaikan, permasalahan konflik manusia dengan gajah bukan hanya terjadi di Kabupaten Bener Meriah, namun konflik tersebut melibatkan tiga kabupaten, yaitu Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Bireuen.

“Besar harapan kami, agar penaganan abang kul (sebutan untuk gajah dalam bahasa Gayo-red) melibatkan tiga kabupaten. Jadi, ini bukan hanya masalah rakyat Pintu Rime Gayo semata,” ujarnya kepada perwakilan Dirjen Kawasan Ekosistem Esensial yang hadir dalam acara tersebut.

Ahmadi berharap, diskusi yang dilaksanakan tersebut akan menghasilkan rancangan rencana aksi yang baik, sehingga tupoksi masing-masing bagian dapat dijalankan dengan baik.

“Artinya pihak kementerian berperan di mana, pihak Yayasan HAA berperan di mana dan pihak pemerintah Kabupaten Bener Meriah berperan di mana. Kita tidak mau ada orang yang nantinya beranggapan bahwa kita lebih mementingkan gajah ketimbang manusia. Saya tegaskan kita tidak mau, tapi juga gajah adalah habitan yang perlu dilindungi bersama-sama, ini kita sepakati bersama," tegasnya.

"Bagaimana gajah-gajah tersebut dapat bernilai mata uang, namun jangan menjadi mata uang dengan cara diburu. Melainkan kita berharap bagaimana gajah tersebut dapat dijadikan sebagai objek wisata, dan dari wisata tersebut penduduk sekitar dapat keuntungan," tambah Ahmadi.

Untuk itu, katanya, kita berharap dapat berdiskusi dengan arif dan bijak dan tanpa harus menyalahkan siapa, tapi diskusi ini bertujuan nantinya mencari solusi terbaik untuk penaganan konflik manusia dengan abang kul.

Turut Hadir dalam acara rapat koordinasi, sosialisasi dan penyusunan rencana aksi KEE tersebut Asisten Ekonomi dan Pembangunan Abd. Muis, ST, MM, Kepala Dinas Pertanahan Muhammad Jafar, SH,MH, Kepala, Pelaksana tugas (Plt) Dinas Lingkungan Hidup Ahmadready, Kadis Perhubungan Riswandiak Putra, perwakilan Dirjen KEE Kementrian lingkungan hidup dan kehutanan RI, Balai Konserfasi Sumber Daya Alam Provinsi Aceh, perwakilan LSM, Kesatuan Pengelola Hutan Wilayah II, Yayasan Hutan Alam Aceh, Perwakilan Kecamatan, dan Reje Kampung. []