Ahmadi: Tidak Boleh Ada Calo di Pacuan Kuda

"Kalau ada yang calo, silakan lapor kepada saya, nanti tarif sewa lapak akan ditempel di sini sejak pembukaan sampai penutupan pacuaan kuda"

Ahmadi: Tidak Boleh Ada Calo di Pacuan Kuda
Bupati Bener Meriah, Ahmadi saat meninjau persiapan pagelaran pacuan kuda tradisional dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Bener Meriah ke-14. (Foto: Samsuddin)

Ahmadi: Tidak Boleh Ada Calo di Pacuan Kuda

"Kalau ada yang calo, silakan lapor kepada saya, nanti tarif sewa lapak akan ditempel di sini sejak pembukaan sampai penutupan pacuaan kuda"

Bener Meriah - Even pacuan kuda tradisional dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Bener Meriah ke-14, akan segera dihelat pada 8 Januari 2018. Guna memastikan persiapan pengelolaan lapak  pedagang dan lahan parkir, Bupati Bener Meriah Ahmadi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lapangan Segedah, Kamis 21 Desember 2017.

Sidak tersebut turut didampingi Seketaris daerah (Sekda) Bener Meriah, Ismarissiska dan Kepala Dinas Pariwisata Bener Meriah Haliyoga, disambut beberapa pedagang yang akan menyewa lapak di lokasi pacuan kuda.

Dalam kesempatan itu, Ahmadi menegaskan, terkait lapak untuk tahun ini tidak boleh ada oknum-oknum yang menjadi calo untuk merauk keuntungan secara sepihak.

"Kalau ada yang calo, silakan lapor kepada saya, nanti tarif sewa lapak akan ditempel di sini sejak pembukaan sampai penutupan pacuaan kuda," cetusnya.

Selain itu, Ahmadi menegaskan, tempat lapak juga harus teratur dan para pedagang yang mau menyewa harus mematuhi ketentuan yang ditetapkan panitia. "Lapak yang dibuat tidak boleh sesuka hati," tandasnya.

Dia menambahkan, acara pacuan kuda dalam rangka HUT Kabupaten Bener Meriah merupakan hiburan untuk rakyat dan dinikmati seluruh lapisan masyarakat. Untuk itu tidak boleh memberatkan rakyat terutama dalam menyewa lapak untuk para penonton. 

"Pengelolaan lapak dan lahan parkir harus teratur agar pengunjung dapat menikmati hiburan rakyat ini dengan nyaman," pungkasnya.[]