ASKOPIS Desak Media Massa Tidak Tampilkan Video Kekerasan dalam Peliputan Terorisme

"Kami mengingatkan dan mendesak media massa untuk setia dan taat pada Nilai-Nilai Agama dan Hukum, Kode Etik Jurnalistik, serta Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran"

ASKOPIS Desak Media Massa Tidak Tampilkan Video Kekerasan dalam Peliputan Terorisme

ASKOPIS Desak Media Massa Tidak Tampilkan Video Kekerasan dalam Peliputan Terorisme

"Kami mengingatkan dan mendesak media massa untuk setia dan taat pada Nilai-Nilai Agama dan Hukum, Kode Etik Jurnalistik, serta Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran"

Yogyakarta - Menyikapi sejumlah aksi teror yang terjadi di Indonesia sejak sepekan terakhir, Dewan Pengurus Pusat (DPP) Asosiasi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (ASKOPIS) meminta kepada media massa untuk tidak mengundang dan menampilkan tokoh-tokoh agama, politisi dan pihak manapun yang menyebarkan syiar kebencian,permusuhan, ekstrimisme dan diskriminasi.

"Kami mengingatkan dan mendesak media massa untuk setia dan taat pada Nilai-Nilai Agama dan Hukum, Kode Etik Jurnalistik, serta Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) dengan tidak menampilkan gambar atau video yang mengandung unsur kekerasan dalam meliput terorisme," ujar Ketua ASKOPIS, Mohammad Zamroni, S.Sos, MSi dalam siaran pers yang diterima Acehnews.co, Sabtu 19 Mei 2018.

Selain itu, Zamroni juga mengajak dan menyeru kepada semua lapisan masyarakat untuk menjaga dan memperkuat rasa persatuan dan kesatuan serta mempererat ikatan antar-suku, agama atau kepercayaan, ras, dan antargolongan (SARA) agar tidak mudah diadu domba serta dipecah belah oleh siapapun dan kelompok manapun.

Organisasi yang berkecimpung dalam dunia akademik itu juga turut mendorong dan mengajak para juru dakwah (da’i), penceramah, dan narasumber lainnya untuk senantiasa menyampaikan pemahaman keagamaan yang rahmatan lill aalaminn, Islam wasathiyah (moderat), dan wawasan kebangsaan yang pancasilais demi utuhnya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

ASKOPIS juga menyatakan siap melakukan koordinasi seluruh anggota ASKOPIS di daerah-daerah seluruh Indonesia sesuai dengan kompetisinya dan kewenangannya untuk memberikan bantuan berupa advokasi atau pendampingan bagi keluarga korban tindakan-tindakan radikalisme atau terorisme tersebut.

"Kami siap membuat program-program dan kegiatan yang memperkuat NKRI serta mengajak seluruh anggota ASKOPIS untuk menumbuh kembangkan sikap toleransi beragama dalam setiap perbedaan keagamaan yang ada," tutur Zamroni.

"Kami ikut berempati dan menyampaikan bela sungkawa yang mendalam khususnya kepada keluarga dari korban aksi tindakan radikalisme atau terorisme serta mendukung penuh sikap aparat penegak hukum dan pemerintah untuk segera menghentikan teror dan menindak tegas para pelaku dan pihak-pihak yang terlibat dalam aksi teror pengeboman," pungkas Ketua ASKOPIS.[]