Bang Risman; Status Majas Irwandi Yusuf?

Bang Risman; Status Majas Irwandi Yusuf?
Foto: Facebook, Nurlis E Meuko

Bang Risman; Status Majas Irwandi Yusuf?

RISMAN Rachman. Biasa saya sapa Bang Risman. Ia memang lebih tua dari saya juga lebih senior dalam dunia jurnalistik. Saya sudah mengenalnya sejak ia menulis di Majalah DR versi Bambu (Bambang Bujono) penulis piawai TEMPO yang menjadi Pemred DR.

Ketika itu, sekitar 1995, saya wartawan pemula di Majalah Gatra, kami berdua sangat akrab. Saya suka Bang Risman sebab ia seorang wartawan yang kritis hingga kemudian ia menjadi aktivis hak azasi manusia. Namun ia tak pernah meninggalkan dunia menulis, mulai dari produk jurnalistik hingga karya sastra.

Dari Aceh saya ke Jakarta, kami masih tetap menjalin hubungan. Hingga kemudian saya kembali lagi ke Aceh, kami tetap bersahabat dan Bang Risman menjadi kebanggaan saya ketika menjalankan media online The Atjeh Post bersama Yuswardi A Suud. Ia tetap kritis. Jika memuji pun ia masih satir. Kadang ada sinisme di dalam pujiannya.

Kemudian, di awal 2015, ketika saya harus berusan dengan polisi, Bang Risman adalah salah satu di antara beberapa teman yang membela saya. Ia tak peduli apakah saya benar atau salah, ia tetap berada di samping saya dan membuat logika-logika, bahwa saya berada dalam kebenaran.

Hingga kemudian saya ke Lampung, dan Bahkan ke Batam sejak setahun lalu, Kami terus saling bicara dan bertukar informasi. Bahkan ketika saya dalam kondisi sulit, Bang Risman adalah salah seorang yang saya telepon dan memintanya untuk mengirim uang untuk saya. Ia mengirimnya, saya tahu ia pontang-panting mencari uang untuk saya.

Sekarang, saya melihat suatu keganjilan pada diri Bang Risman. Terutama status-statusnya di facebook. Ia begitu memuji-muji Gubernur Aceh Irwandi Yusuf. Saya tak mengatakan itu salah, sebab itu adalah haknya Bang Risman dalam menulis. Ia bebas menulis tentang apa pun sesuai dengan kata hatinya.

Namun, saya melihat dalam tulisannya yang hanya berhias pesona pada Irwandi. Apakah memang demikian memesonanya sosok Irwandi sekarang ini? Atau ini --maaf-- hanya sebuah kerja profesional. Tak ada masalah dengan kerja profesonal, tentu saya berharap Bang Risman memperoleh nilai yang setimpal. Sebab ia memberikan pujian yang sangat mewah.

Saya bahkan tak mampu mengukur dengan sekedar menerakan barisan angka-angka rupiah untuk memgukur kemewahan yang diberikannya. Tentu itu sangat mahal. Semoga benar adanya, dan saya bisa memakluminya.

Tetapi, saya akan sangat bersedih hati jika ia tak mendapatkan nilai. Apalagi jika itu hanya sebuah upaya untuk mendekatkan diri. Saya tak ingin mengatakannya untuk menjilat, saya nggak tega untuk soal ini. Apakah Bang Risman "ka kon droe?" Atau ka teumamong?

Hanya saja, jika itu adalah sebuah ketulusan dari lubuk hati yang paling dalam, maka itu adalah kecintaan Risman pada Irwandi. Nah soal ini adalah pilihan hati, mungkin ada pesona di dalamnya.

Jika demikian adanya, maka Bang Risman benar-benar memberikan penghormatan yang mewah. Sampai-sampai menanamkan gaya sastranya untuk Irwandi. Ini luar biasa, walau menurut saya agak berlebihan. Namun itu adalah pilihan Bang Risman.

Saya pun berada di persimpangan rasa, antara senang dan sedih. Namun masih ada cinta di hati saya untuk bang Risman sehingga saya bisa berfikir positif.

Saya menganggap, ia masih seperti biasanya, yang terkadang penuh rahasia menyimpan segala gundah hatinya. Semua yang tersembunyi dalam status-status yang terbaca gembira di sosok Intan Payong, namun sesungguhnya ia sedang tak ingin menampakkan kegaduhan hidupnya di mata rekan-rekannya.

*Dikutip atas izin penulis dari facebook, Nurlis E Meuko (Mantan Pemimpin Umum The Atjeh Post)