Bappeda Bener Meraih Sosialisasi Updating BDT 

Upadating BDT bertujuan untuk mensinkronkan semua data yang ada.

Bappeda Bener Meraih Sosialisasi Updating BDT 

Bappeda Bener Meraih Sosialisasi Updating BDT 

Upadating BDT bertujuan untuk mensinkronkan semua data yang ada.

Bener Meriah - Bappeda Bener Meriah mensosialisasikan Updating Basis Data Terpadu (BDT) yang diikuti seratusan peserta. Kamis 18 Oktober 2018 di Aula Sekdakab Bener Meriah. 

Kepala Bappeda Bener Meriah, Khairul Aksa, SE. MM menyampaikan, sosialisasi updating BDT ini diikuti seratus peserta yang meliputi para  SKPK, Camat, TKSK, Reje Kampung, BPS, dan LSM. 

Menurutnya, BDT yang dimiliki sekarang masih mengacu pada data tahun 2015 tentunya jauh sudah perbedaan dengan sekarang ini untuk itu perlu dilakukan updating data secara terpadu. 

Kepada para peserta sosialisasi, Khairul Aksa berharap dalam mengikuti acara tersebut agar penuh dengan penuh keseriusan. Karena data yang akan diupdating adalah data yang akan dipakai untuk tahun selanjutnya dan data tersebut juga yang akan dijadikan salah satu acuan pemberian bantuan. 

Sementara itu Seketaris daerah (Sekda) Kabupaten Bener Meriah, Drs. Ismarissiska, MM dalam sambutannya mengatakan, terkait dengan itu betul betul harus selektif karana data adalah suatu dukemen yang sangat penting. 

Dalam kesempatan tersebut, Ismarissiska menceritakan kejadian di mana menurutnya, akibat data tidak lengkap dalam penambahan kuota ke Anggota DPRK sampai harus berurusan ke pusat bahkan sampai ke Kapolri. 

Untuk itu, Ismarissiska menyarankan terkait masalah data jangan main-main karena pemberian bantuan juga harus berdasarkan data yang secara by name by adress.

Sementara itu Kepala sub bidang (Kasubid) Ketenaga kerjaan dan industri perdagangan dan pariwisata, pengembangan usaha dan investasi pada Bappeda Bener Meriah, Iwan Pitra menuturkan, tujuan dilaksanakan kegiatan sosialisasi updating BDT tahun 2018 ini guna menyatukan pemahaman dalam mengsingkronkan data. 

"Dengan sosialisasi ini, data yang menjadi basis data terpaut akan singkron dengan semua data baik dengan BPS, TKSK, PKH," tutur Iwan Pitra. 

"Guna untuk terbentuknya basis data terpadu, kita melibatkan semua pihak seperti dari, instansi terkait, stakeholder, BPS, TKSK, PKH, Camat, Reje Kampung, LSM dan juga perwakilan organisasi wartawan," tandas Kasubid itu.[]