Benarkah Tusuk Gigi Dapat Menularkan Gejala HIV?

Bila darah telah kering atau dihapus, maka tusuk gigi sudah tidak mengandung virus

Benarkah Tusuk Gigi Dapat Menularkan Gejala HIV?
(Shaynepplstockphoto/Shutterstock)

Benarkah Tusuk Gigi Dapat Menularkan Gejala HIV?

Bila darah telah kering atau dihapus, maka tusuk gigi sudah tidak mengandung virus

JIKA Anda ingat, sekitar beberapa tahun lalu sempat merebak isu tusuk gigi yang dapat menjadi media penularan HIV. Isu ini beredar lewat pesan singkat SMS dari ponsel ke ponsel. Isi dari SMS tersebut memberitahukan bahwa ada penderita dengan gejala HIV yang menyebarkan virus lewat tusuk gigi yang tersedia di restoran.

HIV/ AIDS merupakan penyakit mematikan yang menyerang sel kekebalan tubuh, sehingga menyebabkan penurunan jumlah sel tersebut. Oleh sebab itu, seorang penderita HIV/ AIDS dapat dengan sangat mudah terkena infeksi.

Berita ini juga dilansir di situs Organisasi ODHA Berhak Sehat. Kabar yang beredar menyebutkan trik penderita HIV/ AIDS untuk menularkan virus adalah dengan menggunakan tusuk gigi hingga terkena darah, lalu tusuk gigi diusap dengan harapan orang tidak menyadari bahwa tusuk gigi tersebut telah digunakan.

Selanjutnya, tusuk gigi tersebut diletakkan kembali pada wadahnya. Si penderita berharap orang bisa tertular HIV lewat tusuk gigi yang ia gunakan agar semakin banyak orang yang merasakan penderitaannya.

Virus HIV sangat rapuh

Menurut dr. Alberta Jesslyn Gunardi, BMedSc Hons., virus HIV hanya dapat menular melalui kontak langsung dengan darah dan cairan tubuh seperti sperma, cairan vagina atau ASI penderita.

“Secara kasus, penularan juga dapat melalui jarum suntik yang digunakan secara bergantian.  Namun, faktanya virus HIV tidak dapat bertahan lama di luar tubuh manusia. Artinya, virus ini akan langsung mati ketika berada di luar tubuh. Bila darah telah kering atau dihapus, maka tusuk gigi sudah tidak mengandung virus,” jelasnya.

Keterangan yang disampaikan oleh MedHelp Organization juga menyatakan bahwa virus HIV sangat rapuh, sehingga hanya dapat bertahan di udara selama beberapa detik. Meskipun darah akan terlindungi lewat gelembung udara, virus tetap akan mati, apalagi jika darah dibiarkan hingga kering.

Tapi, ketika darah yang menempel pada tusuk gigi sangat banyak dan masih basah atau baru saja diteteskan, maka ada kemungkinan tusuk gigi tersebut masih mengandung virus.

Kondisi penularan virus HIV

Apa yang disampaikan oleh dr. Jesslyn dan keterangan yang diberikan oleh MedHelp Organization, tampaknya senada dengan informasi yang dilansir oleh TCM Well News, yaitu risiko penularan HIV/ AIDS harus memenuhi beberapa kondisi dasar.  Kondisi-kondisi yang dimaksud adalah sebagai berikut:

  1. Virus hanya dapat ditularkan melalui darah, air mani, cairan vagina dan cairan lain dari penderita.
  2. Meski penelitian ilmiah belum secara kuantitatif menganalisis, kelangsungan hidup virus memiliki probabilitas bertahan hidup yang sangat kecil.
  3. Virus hanya dapat ditularkan jika masuk melalui lapisan kulit yang rusak.

Hingga kini belum ada obat yang benar-benar dapat memerangi penyakit HIV/ AIDS. Obat yang saat ini diberikan kepada para penderita hanya mampu mengendalikan virus HIV, sehingga penderita dapat hidup lebih lama.

Walaupun potensi penularan virus HIV lewat tusuk gigi cukup kecil dan tidak perlu dikhawatirkan, jangan pernah menggunakan tusuk gigi bergantian dengan orang lain.

Sebagai langkah pencegahan, jika Anda memang sering menggunakan tusuk gigi, bawalah tusuk gigi sendiri saat makan di restoran. Sehingga, Anda dapat terhindar dari HIV/ AIDS atau penyakit berbahaya lainnya. Dan jika Anda menduga mengalami gejala HIV – meskipun belum terbukti – segera periksa ke dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat.[] KLIKDOKTER