Berkah Film Cahaya di Atas Bukit, Kini MIS Al Kautsar Jambo Rambong Diresmikan

"Film dokumenter Cahaya di Atas Bukit berawal dari informasi yang dikirimkan melalui WA yang saya pun tidak tau dari siapa"

Berkah Film Cahaya di Atas Bukit, Kini MIS Al Kautsar Jambo Rambong Diresmikan

Berkah Film Cahaya di Atas Bukit, Kini MIS Al Kautsar Jambo Rambong Diresmikan

"Film dokumenter Cahaya di Atas Bukit berawal dari informasi yang dikirimkan melalui WA yang saya pun tidak tau dari siapa"

Aceh Tamiang - Bupati Aceh Tamiang, H Mursil SH, MKn melakukan peresmian Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Al-Kautsar Jambo Rambong Babo Kecamatan Bandar Pusaka, Aceh Tamiang, Rabu (1/8).

Penandatanganan prasasti peresmian MIS tersebut dilakukan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Drs H M Daud Pakeh dan Bupati Aceh Tamiang.

Dalam sambutannya sebelum penandatangan prasasti Kakanwil mengatakan bahwa salah satu jalur membangun generasi dan bangsa adalah melalui pendidikan. "Mis ini milik kita bersama, milik masyarakat Aceh Tamiang. Kedepan kita akan perjuangkan penegerian madrasah ini, karena ini merupakan salah satu harapan kita bersama." ungkap Kakanwil dengan terbata menahan keharuannya.

Kakanwil juga paparkan tentang surat Al Kautsar yang merupakan sebuah surat terpendek, namun memiliki banyak keutamaan. 

"Oleh mufassir, Alkautsar ditafsirkan sebagai telaga, sungai dan kebaikan berangkat dari hadits shahih yang sama yaitu shahih Bukhari, Kita doakan semoga yang membantu madrasah ini semua bisa mendapat telaga al-Kautsar," sebut Kakanwil.

Selain itu, Kakanwil juga mengenang sejarah terbangunnya MIS Al Kautsar.

"Kami menginisiasi membuat sebuah film pendek yaitu film dokumenter Cahaya di Atas Bukit. Hal ini berawal dari informasi yang dikirimkan melalui WA yang saya pun tidak tau dari siapa. Saat itu saya terus menggali informasi tentang keberadaan MIS Al Kautsar, sehingga pada saat peresmian KUA Bandar Pusaka pada Januari 2017 saya meminta agar dapat dibawa ke lokasi MIS Alkautsar ini," ungkap Kakanwil.

Sesampai disini saya melihat anak anak sedang belajar di ruang-ruang kelas yang sungguh tidak layak dan guru mengajar dengan fasilitas yang sangat tidak memadai, lanjut Daud Pakeh.

Daud Pakeh menyatakan hatinya sedih dan terharu sehingga saat itu juga menanyakan kepada konsultan yang ikut hadir bersamanya untuk melihat struktur tanah agar dapat dibangun bangunan yang layak. 

"Konsultan itu mengatakan tanah di madrasah tidak layak untuk gedung permanen karena rawan longsor. Saat itu saya minta camat memfasilitasi pengadaan tanah yang lain dan camat langsung meminta datok untuk menyediakan tanah dan mengurus akta tanah, alhamdulilah seminggu kemudian semua dokumen pun siap," ucapnya.

Daud Pakeh menjelaskan yang menarik perhatiannya adalah sosok Pak Jufri.

Dikatakan Daud Pakeh, beliau bukanlah seorang hartawan, juga bukan sarjana bahkan sekolahpun beliau hanya 6 bulan saja duduk di sekolah dasar, beliau juga bukan seorang birokrat. Namun semangat beliau bersama keluarga dalam membangun madrasah sungguh hal yang luar biasa.

Film dokumenter Cahaya di atas Bukit adalah film inspiratif untuk melihat perjuangan Pak Jufri dalam membangun dunia pendidikan di tengah keterbatasan dan potret pendidikan anak bangsa saat ini, sehingga film tersebut hadir untuk semua masyarakat, semua kalangan untuk dapat membantu baik materi maupun non materi kepada MIS Al Kautsar ini. 

Pada kesempatan itu, Kakanwil juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada: 

Bapak Menteri Agama RI yang telah membantu Rp171 juta untuk pembangunan 1 RKB dan Mushalla, Bank BNI senilai Rp100 juta.

Edi Fadhil sebagai penggiat sosial bahkan sempat menyampaikan kondisi MIS Al Kautsar ini kepada Gubernur Aceh adalah yang pertama menggerakkan penggalangan dana melalui media social yang seterusnya dilanjutkan oleh Gerakan Berbagi Tamiang (Gebetan).

Kami juga berterimakasih kepada Bapak Supriyanto selaku ketua Gerakan Berbagi Tamiang (Gebetan) yang telah menggalang dana hingga sejumah Rp250 juta yang kini telah dibangun 5 RKB dan hingga saat ini terus melakukan pendampingan. 

Kemudian kepada Bapak Ketua DPRK Aceh Tamiang yang telah membantu bangunan MCK, Bapak Kajari Aceh Tamiang yang telah membantu 1 unit becak sebagai sarana transportasi siswa-siswi MIS AL Kautsar.

Pihak Pertamina yang membantu sumur bor dengan dana Rp 252 juta.

Bapak Asrizal H. Asnawi Anggota DPRA dari Partai PAN dan Bapak Amir Faisal dari Yayasan Atjeh Connection yang menyerahkan masing-masing satu tiket umrah untuk Pak Jufri dan Istri. 

Sementara Bupati Aceh Tamiang, H Mursil SH, MKn dalam sambutannya mengucapkan terimakasih secara khusus kepada Kakanwil Kemenag Aceh.

"Terimakasih banyak Bapak Kakanwil, kalau saja ada beberap orang yang punya komitmen seperti bapak pasti persoalan Aceh selesai," ucap Mursil.

Bupati juga mengatakan Tamiang yang paling ketinggilan adalah Tamiang Hulu, "Maka sangat tepat Kakanwil datang kesini, kami atas nama pimpinan dan masyarakat sangat apresiasi kebaikan Bapak Kakanwil. Kita harapkan ke depan lebih banyak perhatian pemerintah provinsi dan pusat kepada Kabupaten Aceh Tamiang," urainya.

Bupati juga mengatakan bahwa Pemkab menghibahkan tanah seluas 13 Hektar untuk Kemenag Aceh yang berlokasi di Kecamatan Tenggulun.[]