Bupati Aceh Selatan Dinilai Lakukan Pembohongan Publik

"Mendengar informasi yang dinilai mengada-ngada ini, membuat sebagian masyarakat Gampong Rantau Binuang marah besar"

Bupati Aceh Selatan Dinilai Lakukan Pembohongan Publik
Ilustrasi/asikbelajar.com

Bupati Aceh Selatan Dinilai Lakukan Pembohongan Publik

"Mendengar informasi yang dinilai mengada-ngada ini, membuat sebagian masyarakat Gampong Rantau Binuang marah besar"

Tapaktuan - Masyarakat Gampong Rantau Binuang, Kecamatan Kluet Selatan menolak klaim Bupati Aceh Selatan, HT Sama Indra telah berhasil membangun fasilitas air bersih di kampung mereka.

Soalnya, fasilitas air bersih yang tersedia di kampung yang berada di pedalaman Kecamatan Kluet Selatan tersebut merupakan proyek yang dibangun oleh Pemerintah Pusat melalui program nasional pemberdayaan masyarakat mandiri pedesaan (PNPM MP) tahun 2012 lalu.

"Bupati Aceh Selatan HT Sama Indra terkesan telah melakukan pembohongan publik. Sebab di hadapan puluhan masyarakat berani mengklaim telah membangun fasilitas air bersih, padahal proyek tersebut jelas-jelas bukan program Pemkab Aceh Selatan," kata Jalaluddin, salah seorang warga setempat, Rabu 13 Desember 2017.

Menurutnya, sejumlah masyarakat setempat merasa terkejut mendengar informasi tersebut. Hal itu disampaikan Bupati HT Sama Indra dalam sambutannya saat berlangsungnya acara pembagian sertifikat tanah redistribusi (TORA) kepada masyarakat setempat, Senin (11/12) lalu.

"Mendengar informasi yang dinilai mengada-ngada ini, membuat sebagian masyarakat Gampong Rantau Binuang marah besar," tegasnya.

Menurut Jalaluddin, fasilitas air bersih yang ada di kompleks perumahan Gampong Rantau Binuang tersebut merupakan hasil pekerjaan proyek melalui program PNPM Mandiri Pedesaan tahun anggaran 2012 lalu.

Pekerjaan proyek tersebut, lanjutnya, langsung melibatkan atau dikelola oleh masyarakat setempat. Sehingga jika Bupati Aceh Selatan, HT Sama Indra mengklaim bahwa proyek tersebut dikerjakan atau diprogramkan oleh pihaknya maka hal itu jelas-jelas pembohongan publik.

Ironisnya lagi, kata pria yang akrap disapa Buyung Tengah ini, masyarakat luas di Kecamatan Kluet Selatan semuanya tahu bahwa di wilayah tersebut sampai saat ini belum tersedia fasilitas jaringan pipa PDAM. Jikapun fasilitas jaringan pipa PDAM tersebut tersedia, maka secara logika orang awam berfikir pun tidak mungkin jaringan pipa PDAM dimaksud tidak sampai ke Gampung Rantau Binuang.

"Faktanya sekarang adalah air bersih yang tersedia di Gampong Rantau Binuang tersebut bersumber dari sumur bor yang dibuat melalui program PNPM MP tahun 2012 lalu. Tidak terlihat ada jaringan pipa PDAM milik Pemkab Aceh Selatan disitu," sesalnya.

"Ini benar-benar sebuah pernyataan konyol yang pernah saya dengar diucapkan oleh seorang bupati," ketusnya.

Atas dasar itu, Jalaluddin meminta dalam suasana politik menghadapi Pilkada tahun 2018, dia meminta kepada  semua pihak untuk tidak menjadikan Gampong Rantau Binuang tersebut menjadi objek pencitraan untuk mengangkat popularitas kandidat tertentu apalagi menyatakan hal-hal yang sifatnya fiktif atau bohong. 

"Biarkan masyarakat Gampong Rantau Binuang hidup dalam suasa tenang dan damai dalam mencari nafkah. Tolong berikan kebebasan kepada masyarakat dalam menentukan sikap politiknya pada Pilkada tahun 2018 mendatang. Kami pikir masyarakat sudah cukup cerdas dalam memilih sosok pemimpin yang mampu mengangkat perekonomiannya ke arah lebih baik," pungkasnya.[]