Bupati Bener Meriah Komitmen Rehabilitasi Hutan Lindung

“Kami dari Pemerintah Daerah berkomitmen untuk mensuport dari sisi lain"

Bupati Bener Meriah Komitmen Rehabilitasi Hutan Lindung
Foto: Desi Badrina

Bupati Bener Meriah Komitmen Rehabilitasi Hutan Lindung

“Kami dari Pemerintah Daerah berkomitmen untuk mensuport dari sisi lain"

Bener Meriah Pemerintah Kabupaten Bener Meriah berkomitmen merehabilitasi 100 ha kawasan hutan lindung Paya Rebol, Kabupaten Bener Meriah. Bupati Bener Meriah Ahmadi, SE ikut serta menanam 20.000 pohon di ketinggian 1900 mdpl dikawasan hutan lindung Paya Rebol, Sabtu, (10/3).   

Bersama Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF) dan Yayasan Leuser Internasional (YLI), Ahmadi mengatakan akan mensupport dari segi perawatan yang berkelanjutan guna keberlangsungan hidup pohon yang telah ditaman.  

“Kami dari Pemerintah Daerah berkomitmen untuk mensuport dari sisi lain. Ketika hari ini ada penanaman pohon, tentunya perawatan akan sangat dibutuhkan,” kata Bupati Bener Meriah.

Ia mengatakan program rehabilitasi hutan lindung ini sebenarnya sangat membantu pemerintah daerah. Sebab kerusakan hutan lindung tersebut sangat mempengaruhi debit air sungai yang mengaliri tiga kecamatan di Bener Meriah; Kecamatan Permata, Kecamatan Bener Kelipah, dan Kecamatan Bandar, dan seterusnya mengalir ke sungai Jambu Aye.

“Saya tidak mau nanti warga di tiga kecamatan ini mencari saya ke Samarkilang. Bukan untuk apa-apa, tapi cari air ke sana, karena sudah kehabisan air disini,” kata Ahmadi berseloroh.

Ia yang saat itu didampingi Wakil Bupati, Kepala BAPPEDA Bener Meriah, Kepala Dinas Perkebunan, dan Pertanian, Asisten, dan Staf Ahli Bupati meminta, untuk mengingatkan dia, untuk menyisipkan anggaran tahun 2019 untuk perawatan rehabilitasi hutan lindung.

“Mungkin bisa kita sisipkan juga untuk 2018, tapi saya minta kelompok ini juga harus komitmen. Jangan nanti kita tanam pohon 100 ha, malah yang dirambah 200 ha. Kita harus bersama-sama menjaga hutan lindung ini” katanya sambil tertawa.  

Ia berharap kegiatan ini bisa terus berlanjut dan 20.000 pohon yang ditanam tahun ini, hingga tiga tahun kedepan dapat kita evaluasi hasilnya.

“Kalau pun tak sampai 100 persen, minimal di atas angka 50 persen, hutan lindung Paya Rebol ini ada yang hijau,” harap Bupati Bener Meriah.

Pada kesempatan yang sama, perwakilan dari Yayasan Leuser Internasional, Wahdi Azmi dalam sambutannya mengatakan, sangat mengapresiasi pemerintah Kabupaten Bener Meriah.

Ia menambahkan, dengan rehabilitasi 100 ha kawasan hutan lindung Paya Rebol, Pemerintah Bener Meriah telah berkontribusi terhadap komitmen provinsi yang akan melengkapi komitmen nasional terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca dan menambah cadangan karbon. 

“Tim kami juga akan menghitung, dengan 20.000 bibit yang kita tanam ini dan menutupi 100 ha kawasan hutan lindung, berapa ton karbon yang dapat diserap. Dan ini menjadi sumbangsih Kabupaten Bener Meriah kepada komitmen provinsi atau nasional, untuk penurunan emisi gas rumah kaca,”

Ia berharap, Pemerintah Aceh ke depan bisa menerapkan skema kompensasi, imbal jasa lingkungan, dari wilayah hulu terhadap jasa lingkungan yang diberikan ke wilayah hilir. Ia juga berharap, akan ada proporsi anggaran yang sesuai untuk Kabupaten Bener Meriah, sebagai bentuk konpensasi menjaga wilayah tangkapan air yang mengaliri DAS Peusangan dan Jambo Aye.[]