Catat! 3 Keputusan Besar Manusia yang Mempengaruhi Kesehatan Jiwa

Ketika mengambil keputusan tersebut, seseorang membutuhkan tempat curhat, saran, dan nasihat dari orang tua atau dari teman.

Catat! 3 Keputusan Besar Manusia yang Mempengaruhi Kesehatan Jiwa
Pasien rehabilitas penyakit jiwa saat belajar cara bercocok tanam di Rumah Sakit Marzoeki Mahdi, Bogor, Jawa Barat, Minggu (08/10). Dalam publikasi World Health Organization (WHO), satu dari empat orang di dunia terjangkit gangguan mental atau neurologis ((DERRY RIDWANSAH/JAWA POS))

Catat! 3 Keputusan Besar Manusia yang Mempengaruhi Kesehatan Jiwa

Ketika mengambil keputusan tersebut, seseorang membutuhkan tempat curhat, saran, dan nasihat dari orang tua atau dari teman.

SETIAP manusia dilahirkan dengan kondisi jiwa yang sama. Tak ada bayi lahir dengan masalah gangguan jiwa. Hal itu sangat dipengaruhi pola asuh, pola didik, dan berbagai keputusan yang dihadapi dalam hidup.

Setidaknya, dalam hidup seseorang, akan menghadapi tiga fase yang memerlukan keputusan besar dalam hidup.

Dalam momentum Hari Kesehatan Jiwa pada 10 Oktober, tiga fase yang membutuhkan keputusan besar dalam hidup itu akan mempengaruhi kesehatan jiwa seseorang.

Ketika mengambil keputusan tersebut, seseorang membutuhkan tempat curhat, saran, dan nasihat dari orang tua atau dari teman.

“Sebab jika seseorang sudah mengalami tanda-tanda galau, mereka perlu mendapatkan pertolongan. Namun apakah dalam hal ini orang tua membantu? Lalu bagaimana,” kata Pakar Kesehatan dari Departemen Keperawatan Jiwa Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) Prof. Dr. Budi Anna Keliat, S.Kp., M.App.Sc. saat berbincang dengan JawaPos.com di Rumah Sakit Marzoeki Mahdi, Bogor.

Berikut adalah Tiga Fase yang Mempengarungi Manusia:

Fase Pertama

Saat anak menjadi remaja, maka mereka akan mulai mengalami masa pubertas. Perubahan di usia remaja, mereka akan mengalami perubahan fisik secara drastis. Dari mulai menstruasi, mimpi basah, hingga perubahan fisik.

Lalu remaja biasanya seringkali dihadapkan pada masalah dengan teman-temannya. Banyak juga kasus bully yang terjadi di sekolah mereka.

“Apakah anak siap berubah menjadi remaja. Sejauh mana pendampingan orang tua dalam hal ini. Kondisi remaja masa atau tahap di mana mencari identifikasi diri, lalu menghadapi masalah dengan teman-teman mereka,” jelas Budi.

Pengambilan keputusan selanjutnya adalah pada saat anak mengalami keputusan sulit ketika lulus SMA. Jalur pendidikan apa yang harus mereka pilih. Belum lagi jika mereka dipaksa memenuhi tuntutan orang tua masuk ke perguruan tinggi favorit sesuai obsesi orang tua.

“Dipaksa ambil keputusan sulit, ikut campur orang tua sejauh apa. Tuntutan orang tua sejauh apa, anak bisa stres atau depresi,” katanya.

Fase Kedua

Saat seseorang menghadapi dunia kerja. Mereka harus menghadapi tahap yang lebih dewasa dalam mengambil keputusan. Saat melamar pekerjaan, wawancara, hingga sikut-sikutan di dunia kerja karena konflik kepentingan dengan teman kantor atau atasan.

"Karena itu tema besar Hari Kesehatan Jiwa tahun ini adalah Kesehatan Jiwa di Dunia Kerja," jelas Budi.

Fase Ketiga

Saat seseorang akan menikah, ini adalah fase yang juga sulit dalam hidup. Tak mudah dalam memutuskan untuk menikah. Apalagi jika terjadi konflik dengan kekasih atau orang tua.[] JawaPos.com