Cecah Kulit Kerbau, Hidangan Wajib Lebaran di Dataran Tinggi Gayo

Kreativitas masyarakat lokal dalam pemanfaatan bahan-bahan dan bumbu rempah khas Aceh menjadikan masakan ini terasa lezat dan nikmat.

Cecah Kulit Kerbau, Hidangan Wajib Lebaran di Dataran Tinggi Gayo
Foto: Anharullah

Cecah Kulit Kerbau, Hidangan Wajib Lebaran di Dataran Tinggi Gayo

Kreativitas masyarakat lokal dalam pemanfaatan bahan-bahan dan bumbu rempah khas Aceh menjadikan masakan ini terasa lezat dan nikmat.

Cecah Kulit Kerbau. Kuliner yang satu ini senantiasa menjadi menu wajib bagi masyarakat wilayah Tengah Aceh ketika hari raya tiba.

Berbagai macam cara olahan masakan nusantara, kreativitas masyarakat lokal dalam pemanfaatan bahan-bahan dan bumbu rempah khas Aceh menjadikan masakan ini terasa lezat dan nikmat.

Serat kayu "weng" salah satunya; kayu ini jadi bahan dasar untuk Cecah khas Gayo Aceh Tengah ini. Air perahannya yang berwarna coklat jadi andalan ketika masyarakat ingin mengolah kulit kerbau. Tentunya akan terasa sangat nikmat dan dapat menggoyang lidah anda.

Air perahan kayu weng ini juga punya kasiat tersendiri apabila di campur dengan cecah kulit kerbau. Menurut warga setempat, air yang dihasilkan dari kayu yang hanya ada di Gayo ini bisa menjadi obat pencernaan alternatif bagi masyarakat yang selama sebulan penuh manjalankan ibadah puasa.

Terlebih saat lebaran tiba, makanan berat seperti daging acap kali jadi santapan yang tidak bisa dihindari. Sebagai penangkalnya, cecah kulit ini lah yang jadi penawar agar tidak terjadi sembelit bagi yang mengkonsumsi makanan berat pasca lambung beristirahat saar Ramadhan.

Anda penasaran, Kayu Weng ini cuman ada saat menjelang lebaran saja, harganya juga sangat terjangkau. Untuk ukuran 20 cm dibandrol Rp 15-20 ribu saja.

Berikut bahan baku pembuatannya: sudah pasti kulit kerbau yang kemudian dirajang atau diiris tipis. Lalu diaduk dengan bumbu yang juga sudah digiling halus. Seperti serai, jahe, jangan lupa ditambahkan empan/andaliman, lengkuas, bawang merah, bawang putih, garam dan sedikit jahe kalau anda ingin mendapatkan sensasi dari jahe tersebut. Bumbu halus mentah tersebut tidak lagi ditumis sehingga aroma dan rasa segar dari bumbu mentah tidak menjadi hilang.

Nah,jangan lupa rajangan halus bahan rebusan tadi, dicampurkan dengan bumbu, lalu ditambahi air perasan kayu weng tadi dan perasan air jeruk untuk menambah rasa segar.

Anda ingin mencobanya?