Cegah Budaya Lembur, Perusahaan Jepang Gunakan Drone untuk 'Usir' Pegawai

"Kamu tidak bisa bekerja karena terus berpikir 'wah dronenya akan datang' dan mendengar musik Auld Lang Syne disertai bel"

Cegah Budaya Lembur, Perusahaan Jepang Gunakan Drone untuk 'Usir' Pegawai
Perusahaan Jepang menggunakan drone untuk mengusir pegawai yang kerja lembur. Foto: Agung Pambudhy

Cegah Budaya Lembur, Perusahaan Jepang Gunakan Drone untuk 'Usir' Pegawai

"Kamu tidak bisa bekerja karena terus berpikir 'wah dronenya akan datang' dan mendengar musik Auld Lang Syne disertai bel"

Sudah bertahun-tahun Jepang berusaha mengatasi masalah kebiasaan bekerja lembur yang terlalu berlebihan di antara para pekerjanya. Hal ini karena banyak di antara para pekerja yang jadi terserang masalah kesehatan dan beberapa di antaranya bahkan meninggal.

Sebagai contoh pada Oktober 2017 lalu seorang wanita karyawan perusahaan Dentsu tewas bunuh diri. Setelah diselidiki ternyata ia mengalami masalah kesehatan mental akibat bekerja lembur 159 jam dalam sebulan.

Karoshi adalah istilah yang digunakan orang Jepang untuk menyebut kematian akibat bekerja terlalu keras.
 

Nah terkait hal tersebut satu perusahaan kini berusaha menghadapinya dengan memanfaatkan drone terbang. Norihiro Kato dari Taisei mengatakan setiap masuk jam lembur drone yang dilengkapi kamera tersebut akan terbang berkeliling kantor sambil memainkan lagu dan bel yang berisik.

Harapannya dengan demikian para pekerja akan sadar atau terganggu sehingga memilih untuk pulang ke rumah.

"Kamu tidak bisa bekerja karena terus berpikir 'wah dronenya akan datang' dan mendengar musik Auld Lang Syne disertai bel," kata Norihiro seperti dikutip dari BBC, Minggu (10/12/2017).

Sosiolog Scott North dari Osaka University mengaku ragu akan efektivitas pemakaian drone tersebut. Menurutnya masalah lembur yang terlalu ekstrem di Jepang berakar lebih dalam dari sekedar para pekerja yang malas pulang.

"Bahkan bila gangguan dari robot ini berhasil membuat pekerja pulang lebih cepat, mereka hanya akan membawa pekerjaan ekstra mereka ke rumah," kata Scott.

"Untuk mencegah lembur, penting untuk perusahaan mengurangi beban pekerjaan. Apakah dengan memotong tugas yang tidak penting dan membuang budaya kompetisi seperti turnamen, atau dengan menambah lebih banyak pekerja," pungkas Scott.[] Detik