Orang-orang yang meucraih, padahal memakai juga bumbu sebagaimana orang lain.

Craih
Ilustrasi [dapurkobe.co.id]

Orang-orang yang meucraih, padahal memakai juga bumbu sebagaimana orang lain.

Sekarang ini agak sulit membedakan antara makanan gureng dan craih. Dengan berbagai terobosan para jago masak, dua jenis perlakuan itu bisa dicampur-campur dan dipadu-padu. Kombinasi masakan dan makanan berlangsung luar biasa. Mereka yang menjaga dapur, harus selalu berpikir jenis apa lagi yang akan dilahirkan untuk menjawab rasa lidah para pelanggannya.

Semua pemilik kedai masakan harus selalu menjaga pelanggannya dengan baik. Ketika berbicara pelanggan, rasa makanan yang enak menjadi satu prasyarat, walau tidak mungkin mengabai syarat yang lain, misalnya kebersihan, keindahan dalam menata, sopan dalam melayani tamu, dan sebagainya. Tidak sedikit modal yang dikeluarkan untuk menjaga semua syarat itu.

Untuk saat tertentu, rasa makanan yang enak, bisa jadi dipilih walau tidak didukung tingkat kebersihannya. Pelan tapi pasti, warung-warung yang tidak menjaga kebersihan, akan ditinggalkan pelanggan. Demikian juga dengan makanan yang tidak ditata, walau enak, sering tidak menjadi pilihan banyak orang. justru dengan keindahan dalam menata, sedikit banyak akan memancing mata tamu untuk datang dan mencicipi. Harus didukung pula sopan-santun dalam menjaga tamu. Banyak kedai yang menyediakan khusus pelayan yang menyambut tamu.

Semua syarat itu menyatu, dengan yang utama, rasa makanan yang enak. Orang-orang yang meucraih, padahal memakai juga bumbu sebagaimana orang lain. Ada rumus akhir yang tidak dimiliki semua orang. Rumus ini yang biasanya menjadikan makanan sebagai sesuatu yang dirindui oleh mereka yang jauh, dan tak jemu untuk dimakan oleh mereka yang dekat. Di tempat yang dirindui pengunjung, bahkan sisa yang sudah di punggung belanga pun tidak akan disisakan.

Rumus penting itu terkait dengan sejauhmana kepercayaan diri masing-masing pemasak dalam mengaduk dan berimprovisasi dari bumbu yang sama –sebagaimana dipakai juga orang lain, lalu diolah secara berbeda. Sepertinya hal itulah yang membuat sesuatu itu berbeda. Kepercayaan diri seseorang bukan tanpa keuntungan. Mereka yang memiliki hajat besar, tidak mungkin mempercayakan kerja semacam itu pada sembarang orang –termasuk orang yang kurang percaya diri. Kerja ini hanya diserahkan kepada mereka yang benar-benar memiliki kemampuan untuk meyakinkan mereka yang masih ragu, dan gagah ketika berhadapan dengan orang-orang yang memang tidak suka. Kepercayaan diri lalu membuat orang yang awalnya tidak menyukai makanannya kemudian menjadi suka dan ketagihan.

Tak heran jika di tempat hajat orang-orang besar, sudah bersusun orang-orang yang bertugas di depan kualinya. Sesekali mereka bisa membawa gerobaknya ke sana untuk dijajakan. Namun di lain waktu, kadang-kadang semua telah disediakan. Sampai kepada pakaian seragam –sesuatu yang sudah dikembangkan oleh mereka yang menjaja makanan. Seragam juga menjadi identitas dan penguat kepercayaan diri. Seragam dipilih dengan warna yang memikat dan mudah diingat orang banyak.

Semua perpaduan ini tidak sederhana. Konsep demikian juga disusun oleh banyak orang. ada orang yang tampak, dan ada yang terdengar suara dan baunya saja. Untuk yang disebut terakhir, biasanya tidak peduli bagaimana perkembangan yang terjadi. Namun ketika mendapat hasil, mereka akan menentukan kepemilikan sahamnya.

Saya ingin ceritakan bahwa mereka yang berpengalaman, tidak mungkin menyerahkan tukang masak kepada sembarang orang. Mereka yang dipakai adalah orang-orang yang terpilih. Berbeda dengan mereka yang belum berpengalaman. Terlalu banyak orang yang dipercayakan begitu saja, minus pengalaman. Jika disediakan tempat untuk masak di atas panggung, maka sesama tukang masak akhirnya saling bersentuhan, yang tidak jarang akan menyebabkan konflik sesama.

Mereka yang berpengalaman menyadari sekali potensi kekacauan ini. Mereka sadar betul hanya pada sejumlah orang saja, yang benar-benar memahami craih meu craih. Untuk hal ini, tidak ada tempat untuk coba-coba. Di sini, mereka yang memiliki teknik tinggi, mau mengumbar suara untuk memanggil orang-orang untuk datang, serta berani menjelaskan sesuatu yang tidak masuk akal kemudian orang-orang bisa menerima dengan logika. Jangan pernah anggap remeh untuk urusan yang remeh-temeh ini.[]