Dana Desa Diharapkan Dapat Kurangi Angka Kemiskinan di Banda Aceh

Pemerintah Kota Banda Aceh sangat berharap kalau alokasi dana gampong dapat menurunkan angka kemiskinan dari 7% pada tahun 2017 menjadi 5-6% pada tahun 2018 mendatang

Dana Desa Diharapkan Dapat Kurangi Angka Kemiskinan di Banda Aceh
Walikota Banda Aceh, Aminullah Usman membuka secara resmi Bursa Inovasi Desa di Sultan Selim II Banda Aceh, Kamis 28 Desember 201

Dana Desa Diharapkan Dapat Kurangi Angka Kemiskinan di Banda Aceh

Pemerintah Kota Banda Aceh sangat berharap kalau alokasi dana gampong dapat menurunkan angka kemiskinan dari 7% pada tahun 2017 menjadi 5-6% pada tahun 2018 mendatang

Banda Aceh - Walikota Banda Aceh H. Aminulah Usman, mengharapkan pengelolaan dana desa mampu mengurangi angka kemiskinan dan jumlah pengangguran di Kota Banda Aceh.

Hal tersebut disampaikannya saat membuka secara resmi Bursa Inovasi Desa yang difasilitasi oleh Kementerian Desa dan Transmigrasi di Sultan Selim II Banda Aceh, Kamis 28 Desember 2017.

Kegiatan tersebut menghadirkan Geuchik, Sekretaris Gampong dan Ketua Tuha Peut Gampong dari seluruh Gampong se-Kota Banda Aceh.

Walikota menyebutkan, Pemerintah Kota Banda Aceh sangat berharap kalau alokasi dana gampong dapat menurunkan angka kemiskinan dari 7% pada tahun 2017 menjadi 5-6% pada tahun 2018 mendatang, begitu juga dengan angka pengangguran di Banda Aceh yang saat ini mancapai 12% diharapkan dapat diturunkan menjadi 8-9% pada awal tahun 2019 mendatang.

Telah ada kerjasama kesepahaman dengan Polres, Kejari, Kodim dan Forkopimda Banda Aceh lainnya untuk bisa terlibat aktif membantu efektifitas dan kelancaran pengelolaan dana desa yang setiap tahunnya semakin bertambah besar jumlahnya,” jelasya.

 Sementara itu, Ketua Panitia, Nasrulzaman megatakan, Bursa Inovasi Desa merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kreatifitas dan inovasi dalam pengelolaan pengelola dana desa di tingkat gampong menuju Gampong sejahtera untuk Banda Aceh Gemilang dalam bingkai Syariah.

“Bursa Inovasi Desa yang diselenggarakan ini memberi tawaran berbagai bentuk inovasi yang telah dan pernah dilakukan oleh desa-desa lain di Indonesia yang mungkin sesuai dengan karakteristik Gampong di Kota Banda Aceh,” ujarnya.

Nasrulzaman menambahkan, Inovasi  akan dikembangkan dalam dua model yaitu tentang pengembangan sumber daya manusia dan kelompok infrastruktur/kewirausahaan.

Pada kedua kelompok ini diberikan berbagai bentuk kegiatan yang telah pernah mampu meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi pengangguran di desa” ujar Nasrul yang juga Doktor dalam bidang pemberdayaan masyarakat.

Acara Bursa Inovasi Desa ini juga dihadiri dan dibantu oleh beberapa pihak swasta seperti BPJS Ketenagakerjaan, Daihatsu, Burger Blasteran, Haris Perdana Group serta Dim sum Kampong Nelayan.[]