Dayah dan Minimnya Alokasi Pemerintah

Dari anggaran sebesar itu, setiap dayah hanya menerima sebesar Rp 120 juta, Tentunya tidak cukup untuk kita membangun fasilitas pondok pesantren secara maksimal, katanya.

Dayah dan Minimnya Alokasi Pemerintah
Pimpinan Huda Kabupaten Bener Meriah, Ustadz Baharuddin Usman

Dayah dan Minimnya Alokasi Pemerintah

Dari anggaran sebesar itu, setiap dayah hanya menerima sebesar Rp 120 juta, Tentunya tidak cukup untuk kita membangun fasilitas pondok pesantren secara maksimal, katanya.

Bener Meriah - Keberadaan pondok pesantren atau dayah sanggat penting untuk meningkatkan pengetahuan ilmu agama bagi masyarakat, terlebih di Aceh yang menerapkan syariat Islam. Di Kabupaten Bener Meriah sendiri saat ini memiliki 48 pondok pesantren yang tersebar di beberapa Kecamatan.

Menurut Pimpinan Himpunan Ulama Dayah (Huda) Kabupaten Bener Meriah, Ustadz Baharuddin Usman yang juga merupakan pimpinan pondok Pesantren Bustanul Ulum di Kecamatan Permata, pada tahun 2016 pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2,6 miliar untuk pondok pesantren atau dayah.

"Dari anggaran sebesar itu, setiap dayah hanya menerima sebesar Rp 120 juta, Tentunya tidak cukup untuk kita membangun fasilitas pondok pesantren secara maksimal, " katanya.

Kendati demikian, kepada awak media di ruang kerja Ketua MPU Bener Meriah, Rabu 1 November 2017 menyatakan, pihaknya akan mewarnai visi misi pimpinan Kabupaten Bener Meriah dengan kegiatan pasenteren. "Dimana visi dan misi pimpinan sekarang yaitu mewujudkan Bener Meriah yang islami, harmoni, dan sejahtera," ujarnya.

"Masa Pemerintahan Presiden Joko Widodo telah membuat peringatan Hari Santri, untuk hal itu pimpinan pondok pesantren di Bener Meriah juga melaksanakan momen itu dengan membuat rangkaian acara yang bernuasa islami," tambahnya.

Pria yang lebih dikenal dengan sapaan Abu Bantul itu menambahkan, dayah-dayah yang ada di Kabupateh Bener Meriah akan terus berusaha memberikan bimbingan dan ilmu pengetahuan agama kepada santri-santri sesuai dengan ilmu yang kita miliki. 

Sementara itu Wakil Bupati Bener Meriah, Tgk. Sarkawi menangapi terkait anggaran untuk pondok pesantren memang cukup minim, dia menilai Rp 120 juta hanya cukup untuk membangun satu ruangan kelas. Tetapi terkadang pimpinan pondok pesantren berusaha untuk membangun dua ruang kelas dengan anggaran seperti itu.

"Kalau pondok pesantren atau dayah ruangan antar laki-laki dan perempuan kan harus terpisah," sebutnya.

Insya Allah ke depan kata Tgk Sarkawi, Pemerintahnya akan berupaya meningkatkan anggaran untuk dayah atau pondok pesantren yang ada di Bener Meriah.

 "Terkait kurangnya fasilitas yang dimiliki pondok pesantren di daerah ini juga berdampak pada banyaknya santri yang memilih menimba ilmu ke pesantren di luar Bener Meriah," tandasnya.[]