Diduga Korupsi Dana Desa, Reje Kampung dan Bendahara Desa Pasir Putih Ditahan

Berdasarkan laporan Inspektorat Kabupaten Bener Meriah diduga negara telah dirugikan sebesar Rp. 298.013.000.

Diduga Korupsi Dana Desa, Reje Kampung dan Bendahara Desa Pasir Putih Ditahan
Foto: Samsuddin

Diduga Korupsi Dana Desa, Reje Kampung dan Bendahara Desa Pasir Putih Ditahan

Berdasarkan laporan Inspektorat Kabupaten Bener Meriah diduga negara telah dirugikan sebesar Rp. 298.013.000.

Bener Meriah - Diduga telah melakukan tindak pidana korupsi dana desa, mantan Reje Kampung (Kepala Desa) Pasir Putih Kecamatan Syiah Utama AH (55), Bendahara desa pasir putih SH (24), dan Pendamping Lokal Desa MT (27), ditangkap dan ditahan Polres Bener Meriah.

Kapolres Bener Meriah AKBP Fahmi Irwan Ramli, melalui Kasat Reskrim AKP Suparwanto yang didampingi Kabag OPS M. Joni dan Kasubag Humas Polres Bener Meriah dalam konfrensi pers yang digelar di ruang loby Mapolres setempat, Selasa (30/1/2018) memaparkan, pada tanggal 16 Januari 2018  Anggota Sat Reskrim Polres Bener Meriah, dibantu Sat Reskrim Polres Aceh Utara melakukan penangkapan terhadap tersangka AH dan SH bertempat di rumah tersangka AH di Desa Lubuk Pusaka Kecamatan Langkahan Kabupaten Aceh Utara. Dan pada tanggal 18 Januari 2018, AH dan SH ditahan di Rutan Polres Bener Meriah.

Kemudian lanjut Suparwanto, pada tanggal 18 Januari 2018 telah ditetapkan MT selaku (Pendamping Lokal Desa Pasir Putih Tembolon dan Desa Rudip T. A 2016), pada tanggal 19 Januari 2018 tersangka MT ditangkap bertempat di rumah kontrakannya di Desa Wih Pongas Kecamatan Bukit.

Suparwanto menambahkan, sebelumnya dari hasil penyelidikan unit II TIPIDKOR Sat Reskrim Polres Bener Meriah pada 25 Oktober sampai 8 Desember 2017, diketahui telah terjadi penyimpanggan dana Desa Pasir Putih pada bidang pembangunan kampung untuk kegiatan pembangunan 4 unit jembatan dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 268.613.000 di mana pembangunannya tidak dilaksanakan (fiktif).

Selain itu kata Suparwanto, Tulah Petue Kampung juga tidak dibayarkan sebesar Rp. 20.300.000, dan juga Tulah Imam Kampung sebesar Rp. 9.100.000. Berdasarkan laporan Inspektorat Kabupaten Bener Meriah diduga negara telah dirugikan sebesar Rp. 298.013.000.

" Adapun dugaan yang dikorupsi tersangka AH yaitu tidak membangun 4 unit jembatan ( fiktif) yang telah ditetapkan dalam APBD Desa Pasir Putih tahun anggaran 2016. Selain itu AH juga tidak membayar Tulah Petue dan Tulah Imam Kampung. Tersangka AH diduga telah menyalah gunakan dana desa bukan untuk kegiatan  pembangunan Desa Pasir Putih, namun digunakan untuk keperluan pribadi biaya berobat anaknya SA," jelasnya.

Tersangka SH selaku Bendahara Desa, dengan sengaja mencairkan dana dana desa tahap 1 dan tahap 2, padahal dia mengetahui  jika dana tersebut tidak digunakan AH untuk kegiatan pembangunan desa pasir putih. 

Sementara tersangka MT, yang merupakan pendamping lokal desa dengan sengaja membuat laporan pertanggung jawaban (SPJ) dan laporan realisasi penggunaan dana desa sementara dia mengetahui dana tersebut digunakan AH tidak untuk kegiatan pembangunan desa pasir putih. Atas perbuatan ketiga  tersangka, telah melanggar pasal 2, pasal 3,dan pasal 8 UU RI nomor 31 tahun 1999 sebagai mana dirubah UU RI nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan korupsi.[]