Diisukan Jadi Cawapres Jokowi, Muhaimin: Survei Saya Masih Kecil

Diisukan Jadi Cawapres Jokowi, Muhaimin: Survei Saya Masih Kecil
Presiden Joko Widodo menyantap minuman bersama Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar disela pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, 29 November 2016. TEMPO/Subekti.

Diisukan Jadi Cawapres Jokowi, Muhaimin: Survei Saya Masih Kecil

Jakarta - Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar  mengaku masih fokus mendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo. Ia belum bersedia menanggapi isu pencalonan dirinya sebagai wakil presiden mendampingi Jokowi di pemilihan presiden 2019.

"Pilpres masih lama. Belum kepikiran untuk serius (soal pilpres)," ujar Muhaimin di gedung DPP PKB, Jakarta Timur, Jumat, 3 November 2017.

Meskipun begitu, kata Muhaimin, tidak tertutup kemungkinan dia akan maju dalam pilpres 2019. Apalagi, menurut dia, sudah ada partisipan partai yang siap mendukung dan mendeklarasikan dia maju sebagai calon presiden atau wakil presiden.

"Survei (elektabilitas) saya masih kecil. Tapi kemarin ada yang antusias mencalonkan saya. Buktikan saja kalau yang mendeklarasikan itu serius," ucap politikus yang akrab disapa Cak Imin itu.

Saat ditanya mengenai kesiapan dirinya berlaga di pilpres, Muhaimin mengaku belum mau serius terhadap hal tersebut. Ia menyebut masih mau menyelesaikan dukungan partai terhadap sisa pemerintahan Presiden Jokowi. "Kalau ada relawan yang semangat mendukung saya, silakan. Lihat akhir tahun nanti," katanya.

Sebelumnya, politikus PKB, Maman Imanulhaq, mengatakan partainya sudah menyiapkan calon wakil presiden untuk pemilu 2019. “Wakil presidennya tetap, Cak Imin,” tuturnya di Jakarta, Ahad, 30 Juli 2017. 

Menurut Maman, PKB terus berkomunikasi intensif untuk membahas pencalonan Muhaimin pada pilpres 2019. Ia menilai tidak ada nama lain kecuali Muhaimin yang berpeluang menjadi calon wakil presiden apabila Presiden Joko Widodo kembali maju.[] TEMPO.CO