Dinas Pariwisata Bener Meriah Gelar Pemilihan Duta Wisata Beru Bujang Gayo 2018

“Duta wisata itu dipilih bukan hanya berdasarkan ganteng dan cantk semata, tetapi juga dari kecerdasan serta wawasan intelektual dan spiritual"

Dinas Pariwisata Bener Meriah Gelar Pemilihan Duta Wisata Beru Bujang Gayo 2018

Dinas Pariwisata Bener Meriah Gelar Pemilihan Duta Wisata Beru Bujang Gayo 2018

“Duta wisata itu dipilih bukan hanya berdasarkan ganteng dan cantk semata, tetapi juga dari kecerdasan serta wawasan intelektual dan spiritual"

Bener Meriah - Sedikitnya 44 peserta ikuti pemilihan duta wisata Beru Bujang Gayo tahun 2018. Pemilihan tersebut diselenggarakan Dinas Pariwisata Kabupaten Bener Meriah, Senin 2 Juli 2018.

Kepala Dinas Pariwisata Bener Meriah, Drs. Haili Yoga dalam laporannya menyampaikan, peserta pada kegiatan ini dibagi menjadi dua kegiatan, yaitu kegiatan pemilihan Beru Bujang Gayo, dan  Duta wisata kopi Gayo yang diikuti 44 orang yang  terdiri dari bujang (laki-laki) 16 orang dan beru (perempuan)  orang yang berasal dari pelajar tingkat SMA sederajat dan mahasiswa.

"Kreteria yang ditetapkan, peserta harus mampu berbahasa inggris, memiliki wawasan yang luas tentang wisata dan kopi Gayo, mampu mengaji, mampu melakukan atraksi budaya, dan menguasai potensi daerah," kata Haili Yoga

Lanjutnya, tujuan kegiatan pemilihan bujang beru Gayo (duta wisata) 2018, sesuai instruksi dan arahan Presiden Republik Indonesia pada saat peresmian Bandara Rembele agar Kabupaten Bener Meriah meningkatkan bidang agrowisata dan agr bisnis, penyususnan program pengembangan kampung wisata kopi Gayo dan homestay, serta meningkatkan sumberdaya manusia.

"Mempromosikan Kabupaten Bener Meriah di bidang parawisata dan seni budaya untuk menyatukan persepsi kita bersama tentang pembangunan parawisata ke depan," ujarnya.

Menurut Haili Yoga, masyarakat saat ini sudah mulai meninggalkan budaya dan adat istiadat dalam kehidupan masyarakat."Seperti generasi muda saat ini sudah meninggalkan adat istiadat dan budaya, dan pada akhirnya kita akan menjadi tamu di daerah kita sendiri," ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Bener Meriah, Ahmadi, SE dalam arahannya menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Bener Meriah melalui Dinas Parawisata menginginkan bahwa nantinya duta yang terpilih sebagai pelopor masyarakat sadar wisata.

“Duta wisata itu dipilih bukan hanya berdasarkan ganteng dan cantik semata, tetapi juga dari kecerdasan serta wawasan intelektual dan spiritual anda-anda calon duta wisata.”ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut Ahmadi mengingatkan kembali apa yang disampaikan Kadis Parawisata Bener Meriah, saat ini putra dan putri Bener Meriah tidak pandai berbahasa Gayo.

“Ini adalah satu dinamika, sedangkan destinasi wisata kita saat ini ada di daerah Gayo, bagaimana kita mengenalkan destinasi wisata daerah Gayo, kalau kita tidak pandai berbahasa Gayo,” ujar Ahmadi. 

Selain itu, Bupati termuda di Aceh itu juga menyampaikan, jika Aceh telah mendeklarasikan sebagai daerah wisata halal, maka nilai-nilai islam terdapat tidak dalam diri anda jika yang beragama muslim tentunya yang akan dinilai.

"Maka dari itu, kami atas nama pemerintah daerah sangat mengapresiasi kegiatan ini, tentu apa yang diharapkan dari tema dalam kegiatan ini dapat tercapai nantinya,” pinta Bupati Bener Meriah itu.

Selain itu Ahmadi juga mengharapkan Duta Wisata mampu menjadi sebagai penyampai informasi kepada publik tentang, potensi daerah, potensi destinasi wisata yang mana para duta akan menjadi corong sebagai penyampai informasi kepada public.

“Atas nama pemerintah daerah kami juga menyadari masih banyak kekurangan-kekurangan yang harus kami evaluasi untuk dilakukan perbaikan, namun yang harus anda sampaikan kepada publik bahwa, program pemerintah yang baik itu tidak akan pernah terlaksana dengan baik tanpa partisipasi masyarakat yang baik.” tutup Ahmadi []