Direktur Poltas Gagas Satu Pemuda Satu Organisasi Satu Olahraga

Pemuda Indonesia setidaknya harus mampu memainkan tiga peran penting yaitu sebagai agen perubahan

Direktur Poltas Gagas Satu Pemuda Satu Organisasi Satu Olahraga

Direktur Poltas Gagas Satu Pemuda Satu Organisasi Satu Olahraga

Pemuda Indonesia setidaknya harus mampu memainkan tiga peran penting yaitu sebagai agen perubahan

Tapaktuan - Direktur Politeknik Aceh Selatan (Poltas), Dr. Muhammad Yasar, S.TP, M.Sc menyampaikan gagasan satu pemuda satu organisasi satu olahraga sebagai salah satu strategi pembinaan generasi muda Indonesia.  Gagasan tersebut disampaikan dalam seminar kepemudaan bersama anggota DPR RI H. Muslim Ayub, SH, MM di Tapaktuan, Senin 7 Mei 2018.

Dalam seminar yang bertema “Meningkatkan Kontribusi Pemuda dalam Membangun Bangsa” ini,  Yasar menyebutkan betapa besarnya manfaat organisasi dan olahraga dalam membentuk karakteristik dan menumbuhkembangkan kreatifitas pemuda.

"Pemuda Indonesia setidaknya harus mampu memainkan tiga peran penting yaitu sebagai agen perubahan (agen of change),  agen pembangunan (agent of development)  dan agen modernisasi (agent of modernization).  Ketiga peran tersebut hanya efektif dijalankan jika pemuda aktif menempa diri dengan berorganisasi," ujarnya.

Yasar menambahkan, untuk sukses, pemuda tidak cukup dengan hanya mengenyam pendidikan formal di sekolah atau di perguruan tinggi semata, tetapi perlu memperoleh pendidikan informal di organisasi khususnya yang bersifat kepemudaan. Karena melalui organisasi, pemuda dapat lebih mempertajam kecakapannya, baik itu personal skill, thinking skill, social skill, akademic skill maupun life skill. 

Sedangkan olahraga, menurut Yasar memiliki korelasi positif dengan kemajuan suatu bangsa. Untuk memperkuat statemennya, mantan Ketua BP KNPI Malaysia ini mencontohkan hubungan prestasi olahraga bangsa-bangsa di dunia mulai dari Olimpiade,  Asian Game, dan Sea Game terhadap kemajuan suatu negara. 

"Lihat saja untuk level dunia, Amerika selalu teratas dalam perolehan medali Olimpiade. Untuk level Asia, Cina selalu mendominasi medali Asian Game. Dan untuk Asia Tenggara, Thailand telah lama menggeser kita Indonesia. Dulu kita selalu teratas, dan saat itu kita menjadi yang termaju di Asia Tenggara. Hal ini juga dapat dijadikan indikasi dalam melihat kemajuan daerah. Artinya, pembinaan olahraga merupakan bagian penting dalam pembinaan pemuda," paparnya.

Sehingga, menurutnya, sangat tepat jika satu pemuda satu organisasi satu olahraga ini diterapkan dalam rangka pembinaan generasi muda.  Setiap pemuda harus terlibat dalam satu organisasi yang sesuai dengan minatnya dan wajib menekuni satu cabang olahraga yang disukainya.  Dengan demikian pemerintah akan lebih mudah dalam hal pembinaan. 

"Insya Allah jika ini diterapkan negara kita akan maju dan jaya. Pemuda adalah generasi penerus bangsa,  pewaris cita-cita pahlawan kesuma bangsa. Pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan, untuk melihat bagaimana bangsa ini ke depan, maka lihatlah pemudanya hari ini. Bangsa yang maju adalah bangsa yang mampu mempersiapkan pemudanya," tegasnya.

Seminar yang digelar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tapaktuan tersebut dihadiri 150 peserta yang berasal dari 5 perguruan tinggi swasta yang ada di Aceh Selatan, yaitu Akademi Keperawatan Pemkab Aceh Selatan,  Akademi Kebidanan Medica Putro Bungsu, Universitas Terbuka, Politeknik Aceh Selatan dan Sekolah Tinggi Agama Islam. Acara dibuka oleh PLH Bupati Aceh Selatan, Nasjuddin, SH, MM.[]