Disdik Aceh: Sekolah Aman Bencana, Sangat Penting

Disdik Aceh: Sekolah Aman Bencana, Sangat Penting
Dinas Pendidikan Aceh bekerjasama dengan Yayasan Khadam Nanggroe Aceh pada Senin 1 Agustus 2017 melaksanakan pelatihan sekolah aman bencana di Kota Lhoekseumawe. Photo: Dok Diskdik Aceh

Disdik Aceh: Sekolah Aman Bencana, Sangat Penting

Lhokseumawe - Dinas Pendidikan Aceh bekerjasama dengan Yayasan Khadam Nanggroe Aceh pada Senin 1 Agustus 2017 melaksanakan pelatihan sekolah aman bencana di Kota Lhoekseumawe. Pelatihan yang melibatkan 24 sekolah se Kota Lhoekseumawe tersebut, akan berlangsung selama lima hari sampai Sabtu 5 Agustus 2017 mendatang.  Pelatihan yang dilangsungkan di SMKN Kota Lhokseumawe tersebut, mengusung tema ‘Lhokseumawe Menuju Sekolah Aman Bencana’.

Direktur Yayasan Khadam Nanggroe Aceh Faisal Ilyas menyebutkan peristiwa gempa 6,4 skala richter yang mengguncang wilayah Kabupaten Pidie Jaya pada Desember 2016 lalu, harus menjadi perlajaran penting bagi pemangku kebijakan pendidikan di Aceh. Merujuk pada data dari Dinas Pendidikan Kabupaten Pidie Jaya, terdapat lebih dari 30 sekolah yang rusak parah akibat hantaman gempa tersebut.  Lebih rinci dirinya menyebutkan, setidaknya 19 SD , 11 SMP, 3 SMK, dan 1 SMA yang rusak.

“Inisiasi sekolah aman bencana ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat sekolah dan pemangku kepentingan dalam menghadapi risiko bencana. Meningkatkan partisipasi, dan membangun budaya gotong royong, kerelawanan serta kedermawanan para pemangku kepentingan, dalam menghadapi ancaman bencana. Pada bulan lalu kami sudah melaksanakan kegiatan yang sama di Kabupaten Pidie Jaya, saat ini kita laksanakan di Kota Lhoekseumawe,” kata Faisal.

Menurutnya, dalam pelatihan tersebut, Dinas Pendidikan Aceh dan Yayasan yang pimpinya, membekali peserta dengan kegiatan-kegiatan, sosialisasi, pelatihan calon fasilitator untuk guru, workshop kajian risiko bencana, pelatihan pertolongan pertama untuk siswa dan pembuatan media publikasi sekolah.

“Pada hari terakhir pelaksanaan kegiatan nantinya, dilaksankan simulasi Gempa Bumi, Tsunami & di SMKN Pidie Jaya. Dalam simulasi melibatkan Palang Merah Indonesia, 1250 orang siswa dan guru bergerak untuk melakukan upaya evakuasi mandiri, selanjutnya akan dilaksankan launching 24 sekolah aman bencana di Kota Lhokseumawe,” kata Faisal.

Sementara itu, Kepala Subbag Program Humas dan Informasi Dinas Pendidikan Aceh Chaidir, menilai pentingnya pelatihan tersebut untuk guru dan siswa dalam menghadapi bencana yang sering terjadi secara tiba-tiba. Menurutnya orang tua murid juga harus memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi  terhadap ancaman bencana yang sering terjadi di sekolah.

“90% siswa dan guru harus dapat mengetahui apa yang harus dilakukan  untuk penanggulangan bencan di sekolah, kemudian tingkat kepercayaan orang tua murid terhadap sekolah juga harus terus meningkat, nantinya, semua sekolah harus memiliki peta evakuasi, jalur evakuasi, dan SOP dalam bertindak, yang tak kalah penting pelatihan ini juga menjadikan sekolah dampingan menjadi model dan referensi sekolah siaga bencana ditingkat lokal maupun Nasional,” ujar Chaidir.[]