Diskominfo Bener Meriah Sosialisasi Penguatan Kelembagaan PPID

"Sebagai acuan mengenai ruang lingkup tanggung jawab dan wewenang PPID dalam menyediakan informasi publik."

Diskominfo Bener Meriah Sosialisasi Penguatan Kelembagaan PPID

Diskominfo Bener Meriah Sosialisasi Penguatan Kelembagaan PPID

"Sebagai acuan mengenai ruang lingkup tanggung jawab dan wewenang PPID dalam menyediakan informasi publik."

Bener Meriah - Sekretaris Daerah (Sekda) Drs.Ismarissiska, MM membuka sosialisasi penguatan kelembagaan Pejabat Pengelolaan Informasi dan Dokumentasi (PPID) pembantu di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bener Meriah, Rabu 18 April 2018. Kegiatan tersebut diselengarakan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bener Meriah di Aula setdakab setempat.

Kadis Kominfo Bener Meriah, Irmasyah, S.STP dalam laporannya menyampaikan, kegiatan sosialisasi PPID SKPK tersebut merupakan inplementasi dari Undang-undang nomor 14 Tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik yang merupakan momentum penting dalam mendorong keterbukaan dan akuntabilitas pemerintah daerah.

“Maksud dari kegiatan ini, sebagai acuan mengenai ruang lingkup tanggung jawab dan wewenang PPID dalam menyediakan informasi publik. Tujuan dari acara ini, mendorong terwujudnya implementasi undang-undang KIP (Komisi Informasi Publik) Memberikan standar bagi pejabat PPID dalam melaksanakan informasi publik, dan informasi Kabupaten Bener Meriah Tahun anggaran 2018," ujar Irmasyah.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat menyelesaikan daftar informasi public di masing-masing SKPK, sehingga ada kesiapan untuk mengelola informasi public di Kabupaten Bener Meriah.

Sekda Bener Meriah, Drs.Ismarissiska, MM menyampaikan, pengelolaan informasi dan dokumentasi sangat diperlukan.

“Kami berharap kepada para pejabat tinggi pratama mampu untuk menguasasi teknologi. Karena masih ada pejabat tinggi pratama yang tidak bisa mengoperasikan laptop,” ucap Sekda.

Dia juga menambahkan, pentingnya mampu mengoperasikan alat-alat tersebut, karena ada data pribadi yang tidak boleh diketahui oleh orang lain, yang harus dibuat sendiri.

Apalagi kata Ismarissiska, saat ini banyak informasi-informasi yang harus disampaikan langsung mengunakan alat elektrinok, seperti melalui WhatsApp (WA) dan Email, maka dari itu  dituntut harus mampu menguasai teknologi.

Sekda Bener Meriah juga mengharapkan, mampu memahami dan membangun pemahaman mengenai keterbukaan informasi dan publik serta peran PPID di Kabupaten Bener Meriah serta melaksanakan simulasi kesiapan manajemen kelembangaan dan menyusun rencana implementasi PPID di Kabupaten tersebut.

Sebelumnya, Kepala Dinas Komunikasi Informasi dan Persandian Aceh, Marwan Yusuf, B. HSc.,M.A dalam kesempatan yang sama menyampaikan terkait bagaimana pentingnya keterbukaan infomasi publik, agar tidak berujung pada masalah hukum. 

Dia juga menjelaskan ada informasi ada yang terbuka dan ada juga yang tertutup untuk publik. “Kedua hal itu akan kita bahas dalam kegaiatan sosialisasi ini nantinya, sehingga para Pejabat PPID dapat memahami kedua hal yang dimaksud,” terangnya.[]