Doa Bersama Rayakan Milad GAM ke 41 di Pidie

DPR Aceh dianggap lalai dalam memperjuangkan UUPA, dia mencontohkan Qanun Bendera yang telah disahkan tiga tahun lalu, hingga hari ini belum dapat dikibarkan secara terbuka, hal itu merupakan bukti lemahnya lobi politik parlemen Aceh.

Doa Bersama Rayakan Milad GAM ke 41 di Pidie
Anwar Husein saat menyampaikan sambutan sebelum berlangsung zikir dan doa pada Milad GAm yang ke 41 di kantor DPW PA Pidie, Senin 4 Desember 2017

Doa Bersama Rayakan Milad GAM ke 41 di Pidie

DPR Aceh dianggap lalai dalam memperjuangkan UUPA, dia mencontohkan Qanun Bendera yang telah disahkan tiga tahun lalu, hingga hari ini belum dapat dikibarkan secara terbuka, hal itu merupakan bukti lemahnya lobi politik parlemen Aceh.

Pidie - Memperingati hari ulang tahun yang ke-41, ratusan mantan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) memperingatinya dengan doa bersama di kantor Dewan Pimpinan Wilayah Partai Aceh (DPW PA) Kabupaten Pidie, Senin 4 Desember 2017.

Sekretaris Wilayah Partai Aceh Kabupaten Pidie Anwar Husein mengatakan, 4 Desember merupakan hari bersejarah bagi Aceh, di mana saat itu Teungku Hasan bin Muhammad di Tiro memproklamirkan Gerakan Aceh Merdeka pada tahun 1976.

“Perjuangan bersenjata berlangsung hampir 30 tahun, sebelum berakhir di meja perundingan dengan dilakukannya perjanjian damai atau MoU Helsinki pada 15 Agustus 2005 lalu,” ujarnya saat menyampaikan sambutan mewakili Ketua PA Pidie Sarjani Abdullah yang mengikuti Milad GAM di Meureu, Kecamtan Indrapuri, Aceh Besar, komplek makam Teungku Hasan bin Muhammad di Tiro.

Namun setelah 12 tahun berlalu kata dia, butir-butir MoU Helsinki yang tertuang dalam UUPA (Undang Undang Pemerintah Aceh) belum dapat sepenuhnya diwujudkan. Bahkan beberapa pasal kekhususan Aceh tentang pemilu telah dipangkas oleh Pemerintah Pusat.

Pria yang akrab disapa Teungku Wan Klibeut ini menambahkan, DPR Aceh dianggap lalai dalam memperjuangkan UUPA, dia mencontohkan Qanun Bendera yang telah disahkan tiga tahun lalu, hingga hari ini belum dapat dikibarkan secara terbuka, hal itu merupakan bukti lemahnya lobi politik parlemen Aceh.

Baca juga: Peringatan Milad GAM ke 41 di Bireuen, Diwarnai Pengibaran Bendera Bulan Bintang

“4 Desember adalah hari bersejarah dan penuh makna yang tidak dapat kita lupakan. Dengan momentum hari lahirnya GAM, kita harapkan dapat memperkuat persaudaran dan kesatuan untuk meneruskan cita-cita perjuangan,“ ujar Anwar Husein.

Zikir dan doa bersama yang dipimpin oleh Abon Didoh tersebut berjalan penuh khitmat, para mantan kombatan tampak larut di dalamnya. Turut hadir pada milad tersebut, Ketua MUNA Pidie Teungku Amri, Anggota DPRA Aceh Teungku Harun, mantan Wakil Bupati Pidie M Iriawan, dan sejumlah anggota DPRK Pidie dari Partai Aceh.[]