Dosen dan Tendik di Meulaboh Ikut Bimtek Psychotest

Inisiatif melaksanakan Bimtek Psychotest muncul setelah melihat tingkat persaingan di dunia kerja semakin ketat

Dosen dan Tendik di Meulaboh Ikut Bimtek Psychotest

Dosen dan Tendik di Meulaboh Ikut Bimtek Psychotest

Inisiatif melaksanakan Bimtek Psychotest muncul setelah melihat tingkat persaingan di dunia kerja semakin ketat

Meulaboh - Dosen dan tenaga kependidikan (Tendik) dari beberapa perguruan tinggi di Kabupaten Aceh Barat, mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Psychotest Persiapan Menghadapi Dunia Kerja, di aula Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh, Sabtu 15 September 2018.

Kegiatan yang dilaksanakan Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh tersebut, diikuti 60 peserta. Selain dosen dan Tendik dari perwakilan kampus yang ada di Aceh Barat, seperti Universitas Teuku Umar, STKIP, STMI, dan Akper, juga diikuti guru, mahasiswa dan alumni STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh. 

Ketua Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Amrizal Hamsa, MA mengatakan, Bimtek tersebut bertujuan untuk membekali para dosen dan tendik dalam menghadapi dunia kerja, terutama tes CPNS.

“Awalnya, kegiatan ini direncanakan hanya untuk mahasiswa Jurusan Syariah, tapi karena kita melihat dosen dan tendik lebih membutuhkan, maka kita laksanakan untuk dosen dulu,” ujar Amrizal.

Menurutnya, inisiatif melaksanakan Bimtek Psychotest tersebut muncul setelah melihat tingkat persaingan di dunia kerja semakin ketat. “Pengalaman tes CPNS tahun lalu, kami melihat bahwa kelemahan SDM kita pada soal-soal bilangan dan angka-angka,” kata Amrizal.

Amrizal berharap, Bimtek tersebut dapat membantu para dosen dan tenaga kependidikan dalam menjawab soal-soal pada saat tes CPNS nanti. “Pada dasarnya, kita semua sudah pernah mempelajari hal tersebut. Hari ini kita asah kembali,” ungkapnya.

Bimtek tersebut diisi oleh Abdulah Manaf, seorang pakar bilangan dan perhitungan angka-angka dari Banda Aceh. Selama kegiatan, para peserta diarahkan untuk lebih mengenal sifat setiap angka dalam perhitungan dengan teknik “persaudaraan angka.”

“Hasil dari tiap perhitungan, antara angka memiliki kesamaan. Misal tiga tambah tujuh, hasilnya sepuluh. Jika kita perhatikan, tiga dan tujuh dimulai dengan huruf yang sama. Ini yang disebut persaudaraan angka,” papar Abdulah Manaf.

Selain penyampaian materi, peserta juga diajak untuk mempraktekkan dengan mengisi lembar soal yang telah disiapkan. []