Dosen FAH UIN Ar-Raniry Ikut ICCLAS 2018 di UIN Jakarta

Pertemuan tersebut turut melahirkan sejumlah rekomendasi diantaranya memperkuat bargaining power ADIA melalui networking dengan berbagai pihak untuk mempengaruhi kebijakan publik

Dosen FAH UIN Ar-Raniry Ikut ICCLAS 2018 di UIN Jakarta

Dosen FAH UIN Ar-Raniry Ikut ICCLAS 2018 di UIN Jakarta

Pertemuan tersebut turut melahirkan sejumlah rekomendasi diantaranya memperkuat bargaining power ADIA melalui networking dengan berbagai pihak untuk mempengaruhi kebijakan publik

Banda Aceh – Sebanyak sepuluh orang dosen Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry Banda Aceh mengikuti International Conference on Culture and Language in Southeast Asia (ICCLAS) 2018 dengan tema “Islam dan Budaya Kontemporer di Asia Tenggara dan Timur Tengah” pada tanggal 29-31 Agustus 2018, bertempat di Aviary Hotel Bintaro, Tangerang Selatan.

Konferensi internasional kedua yang dirangkai dengan pertemuan tahunan Forum Dekan dan Asosiasi Dosen Ilmu Adab dan Humaniora (ADIA) se – Indonesia tersebut diselenggarakan oleh Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Jakarta, bekerja sama dengan Asosiasi Dosen Humaniora Indonesia.

Delegasi dari Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry dipimpin langsung oleh Dekan FAH, Fauzi Ismail. Turut serta dalam rombongan tersebut, Wakil Dekan II FAH, Zubaidah, Kepala Tata Usaha, Maryam dan sejumlah dosen dilingkungan FAH UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

Dekan FAH UIN Ar-Raniry, Dr. Fauzi Ismail, M.Si mengatakan bahwa konferensi internasional ini bertujuan untukmemahami secara mendalam hubungan saat ini antara Asia Tenggara dan Timur Tengah, termasuk hubungannya dengan budaya dan bahasa kedua wilayah, dalam hal studi interdisipliner.

Dalam konferensi tersebut, kata Fauzi Ismail dua orang dosen Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry terpilih untuk mempresentasikan makalah mereka masing-masing, Dr. Nurchalis, MA dengan topik “Nationalism In The “Fi Baladi” Foem Anis Chouchane” dan Nazaruddin, M.LIS dengan topik “Academic Librarian as Scientists partner (An Author Best Practice)”.

“Dalam pertemuan tersebut turut melahirkan sejumlah rekomendasi diantaranya memperkuat bargaining power ADIA melalui networking dengan berbagai pihak untuk mempengaruhi kebijakan publik, Membuka peluang kerjasama dengan perguruan tinggi agama dan umum untuk pengembangan institusi dan sumberdaya serta Memaksimalkan implementasi hasil kerjasama yang tertuang dalam MoA anggota ADIA di bidang: collaborative research, visiting lecturer, article exchange”,kata Fauzi Ismail, Minggu (1/9/2018).

Konferensi ini turut menghadirkan sejumlah pembicara utama, yaitu, Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.A., (Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Departemen Agama), Dr. Abdul Majid Hakimollahi (Universitas Al Mustafa Internasional, Qum, Iran), Prof. Dr. Azyumardi Azra (UIN Jakarta), Assoc. Prof. Anisa Taouil Hassaounal (University Hassan II, Maroko).[]