Eksekusi Perdana, 11 Pelaku Maisir Dicambuk di Aceh Timur

Sebanyak 11 pelanggar Syari’at Islam dicambuk di Aceh Timur. Prosesi pelaksanaan hukuman cambuk tersebut dilaksanakan di halaman Masjid Agung Darusshalihin

Eksekusi Perdana, 11 Pelaku Maisir Dicambuk di Aceh Timur
Prosesi eksekusi cambuk perdana di di halaman Masjid Agung Darusshalihin, Aceh Timur, Jum’at, 15 Desember 2017. (Foto: Maulidan)

Eksekusi Perdana, 11 Pelaku Maisir Dicambuk di Aceh Timur

Sebanyak 11 pelanggar Syari’at Islam dicambuk di Aceh Timur. Prosesi pelaksanaan hukuman cambuk tersebut dilaksanakan di halaman Masjid Agung Darusshalihin

Aceh Timur - Prosesi hukuman cambuk di Kabupaten Aceh Timur merupakan yang pertama kali dilaksanakan pasca disahkannya Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 bagi para pelanggar Syari’at Islam di Provinsi Aceh.

Sebanyak 11 pelanggar Syari’at Islam dicambuk di Aceh Timur. Prosesi pelaksanaan hukuman cambuk tersebut dilaksanakan di halaman Masjid Agung Darusshalihin, Jum’at, 15 Desember 2017.

11 terpidana kasus Maisir (judi-red) yang dieksekusi cambuk masing-masing yakni MZ (14 kali), AF (9 kali), MI (9kali), AS (9 kali), Z (9 kali), RL (9 kali), ZL (5 kali), IF (5 kali), S (5 kali), H (5 kali), dan MW (5 kali).

Seperti di beberapa kabupaten/kota lain di Aceh, prosesi pelaksanaan hukuman cambuk selalu menarik perhatian warga sekitar. Terbukti dengan membludaknya warga yang hadir memadati halaman Masjid Agung Kota Idi siang tadi.

"Harapan kami ini menjadi pelajaran dan efek jera bagi para pelanggar Qanun Syariat Islam di Aceh Timur khususnya serta Aceh pada umumnya," ujar Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Timur, Rusydi.

Sementara itu, Kasatpol PP dan WH Aceh Timur, Adlinsyah, mengatakan siap melaksankan kegiatan eksekusi dalam menegakkan hukum Islam di Aceh Timur sesuai dengan aturan yang telah diatur dalam Qanun.

"Hal ini adalah untuk mengajak masyarakat agar tidak melakukan lagi perbuatan yang melanggar syariat Islam, Insya Allah ke depan kita terus menegakkan Syariat Islam dan bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk dukungan penuh dari masyrakat juga sangat kita butuhkan dengan memberikan laporan kepada kami jika ada pelanggaran syriat di sekitar tempat tinggalnya," katanya.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut antara lain, Asisten II Setdakab Usman A. Rachman, Kapolres Aceh Timur AKBP Rudi Purwiyanto, Kajari Aceh Timur M. Ali Akbar, Kepala Mahkamah Syari’ah Negeri Idi Said Safnizar, Kadis Syari’at Islam Rusdi dan Wakil Ketua MPU Aceh Timur serta Kasatpol PP dan WH Adlinsyah.[]