Fakultas Agama Islam USM Gelar Yudisium Perdana

mahasiswa yudisia berjumlah 15 orang yang terdiri dari 12 mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam dan 3 mahasiswa Prodi Perbankan Syariah.

Fakultas Agama Islam USM Gelar Yudisium Perdana

Fakultas Agama Islam USM Gelar Yudisium Perdana

mahasiswa yudisia berjumlah 15 orang yang terdiri dari 12 mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam dan 3 mahasiswa Prodi Perbankan Syariah.

Banda Aceh - Fakultas Agama Islam Universitas Serambi Mekkah (USM) yang merupakan fakultas baru yang tergabung dari tiga fakultas sebelumnya yaitu Fakultas Dakwah, Fakultas Syariah dan Fakultas Tarbiyah menggelar yudisium perdana pada Selasa 20 Februari 2018.

Pada kegiatan yang bertema “Alumni Fakultas Agama Islam Universitas Serambi Mekkah sebagai Sarjana yang Unggul, Bertaqwa, berjiwa interpreneur dan leader dalam masyarakat” itu mahasiswa yudisia berjumlah 15 orang yang terdiri dari 12 mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam dan 3 mahasiswa Prodi Perbankan Syariah.

Dekan Fakultas Agama Islam USM, Dr. Andri Nirwana, M.Ag dalam sambutannya mengaharapkan kepada para yudisia untuk selalu menjadi agen promosi kampus dan agen perubahan dalam masyarakat dengan mengedepankan nilai nilai ketaqwaan, kemandirian, jiwa interprener serta leader dalam masyarakat.

Dekan yang kerap dipanggil ustaz Andri Lampadang itu juga menghimbau kepada yudisia untuk selalu aktif dalam kegiatan kemasyarakatan seperti rapat gampong dan musyawarah gampong, sehingga ide dan gagasan untuk pengembangan gampong bisa disampaikan, dengan demikian harapan dari Fakultas Agama Islam Universitas Serambi Mekkah dapat terwujud.

“Para yudisia dapat menggunakan ilmu metode penelitian yang telah dipelajari selalu meneliti gejala-gejala sosial, sehingga hasil penelitian menjadi kontribusi masyarakat sebagai tindak lanjut ke depan dalam meningkatkan strata pendidikan,” ujarnya.

Acara yudisium juga diisi orasi ilmiah dari Dosen Fakultas Agama Islam yang baru memperoleh gelar Doktor dari Universitas Sennar Sudan, Dr. Rahmadon M.Ed.

“Lulusan Perguruan Tinggi  di Indonesia hari ini hanya mampu mengisi 11% jumlah angkatan kerja nasional, dan diperkirakan angka itu hanya naik 3% nanti pada tahun 2030. Malaysia saja saat ini berada di 22%. ini menjadi tantangan serius bagi lulusan dalam merebut lapangan kerja,” paparnya.

Untuk itu, katanya, berinovasi dalam setiap langkah kerja dan capaian yang ditetapkan universitas merupakan salah satu solusi yang bisa dilakukan.

“Para mahasiswa harus dibekali dengan pengetahuan Intepreunership yang tepat dan pemahaman nilai-nilai luhur dan jiwa leadership yang mumpuni sehingga mampu bersaing secara global,” cetusnya.

Yudisium turut dihadiri oleh Zulfadhli MA (Wakil Dekan) Dra Hayati, M.Ag, Ainal Fitri M.I Kom (Ka.Prodi KPI), Muksal M.Ei (Ka.Prodi Perbangkan Syariah), Nurhayati, MA (Ka.Prodi PAI), Muhammad Syarif M.A (Ka.Prodi PIAUD).[]