FEBI UIN Ar-Raniry Yudisium 172 Lulusan, 59,30 Persen Lulus Istimewa

Dari 172 peserta yudisium 102 orang dinyatakan lulus dengan predikat istimewa atau mencapai 59.30 persen

FEBI UIN Ar-Raniry Yudisium 172 Lulusan, 59,30 Persen Lulus Istimewa
Yudisium lulusan Fakultas Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Kamis (16/8/2018).

FEBI UIN Ar-Raniry Yudisium 172 Lulusan, 59,30 Persen Lulus Istimewa

Dari 172 peserta yudisium 102 orang dinyatakan lulus dengan predikat istimewa atau mencapai 59.30 persen

Banda Aceh - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh meluluskan sebanyak 172 lulusan pada Yudisium semester Genap TA 2017/2018, kegiatan tersebut berlangsung, Kamis (16/8/2018) di Auditorium Prof Ali Hasjmy Kampus UIN Ar-Raniry Darsussalam.

Wakil Dekan bidang Akademik dan Kelembagaan, Dr. Hafas Furqani, M.Ec menyebutkan peserta yudisium semester genap tahun 2018 ini berjumlah 172 orang, terdiri dari 47 laki-laki dan 125 perempuan, 1 orang lulus empat semester, 74 lulus enam semester, 90 lulus delapan semester, lima lulus 10 semester dan dua orang lulus 12 semester.

Hafas mengatakan, dari 172 peserta yudisium 102 orang dinyatakan lulus dengan predikat istimewa atau mencapai 59.30 persen, selanjutnya lulus baik sekali sebanyak 63 orang dan 7 orang dinyatakan lulus dengan predikat baik. Nilai tertinggi diraih oleh Agam Suherman dari prodi S1 Perbankan Syariah dengan IPK 3.92.

Dekan FEBI UIN Ar-Raniry, Dr. Zaki Fuad, M.Ag mengatakan, Fakultas yang dipimpinnya diharapkan dapat bertahan sebagai Center of Excellence yang mampu menyediakan sumberdaya manusia bagi Aceh dan Indonesia dalam berbagai kapasitas mulai dari pengambilan keputusan di pemerintahan, sebagai professional di dunia bisnis, masyarakat intelektual dan lembaga-lembaga penelitian non pendidikan lainnya di Indonesia.

“Yudisium merupakan starting point eksistensi FEBI sebagai yudisium perdana bagi sarjana S1, tradisi akademik ini merupakan pintu awal bagi mahasiswa yang akan meninggalkan kampus kembali mengabdi ke masyarakat dengan membawa serta keterampilan dan profesi yang dipelajari selama di bangku kuliah,” kata Fuad.

Dekan menambahkan, visi FEBI UIN Ar-Raniry adalah “Unggul dalam pengembangan leilmuan ekonomi dan bisnis berlandaskan nilai-nilai keislaman bertaraf Internasional”, maka ke depan bagaimana menjadikan fakultas ini menjadi terkemuka di Indonesia dan Asia Tenggara yang merupakan rumah berkarir civitas akademika.

Zaki Fuad menyatakana, ini merupakan tahun pertama FEBI meluluskan sarjana S1 ke tengah masyarakat dengan harapan kita dapat menghasilkan alumni yang produktif dalam memberikan sumbangan nyata bagi kehidupan bangsa.

“Secara umum, target untuk pendidikan S1 sampai lima tahun mendatang adalah mencapai keseimbangan baru antara konsep atau teori dengan studi empiris atau studi kasus/lab, dengan persoalan empirik yang terus berubah seiring paradikma teori dan konsep yang mengarah ke spesialisasi tertentu,” papar Doktor Zaki.

FEBI UIN Ar-Raniry memiliki prinsip utama yaitu menjaga keunggulan kompetitif FEBI sebagai institusi pendidikan ditengah persaingan global dari dalam dan luar negeri tanpa melupakan pencapaian diri melalui jenjang karir yang transparan, yang bermuara pada kesejahteraan welfare dari stakeholdernya. 

FUF UIN Ar-Raniry Yudisium 78 Sarjana

Sementara itu, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry kembali menggelar yudisium kepada 78 lulusan pada Yudisium Semester Genap TA 2017/2018.

Dekan FUF, Drs. Fuadi, M.Hum dalam arahannya mengingatkan kepada alumni UIN Ar-Raniry, khususnya lulusan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat dalam kehidupan ini harus melihat ke depan, untuk menuju kesuksesan perlu ditempuh oleh setiap pribadi manusia.

“Kami berharap semua alumni FUF sukses dan mendapat kesempatan baik yang berhubungan dengan masyarakat dan juga berkaitan dengan pekerjaan, dan kami ingatkan jangan puas dengan ilmu yang telah dimiliki, terus lah menuntut ilmu hingga ke jenjang yang lebih tinggi,” kata Fuadi.

Dekan menyebutkan, ada beberapa hal yang yang harus ditempuh untuk menuju kesuksesan, antara lain ilmu pengetahuan, yang merupakan kacamata dalam segala hal, dengan ilmu kita mampu mengubah dunia dan kehidupan manusia, selanjutnya keterampilan atau skil, di era revolusi industry 4.0 ini ditutut mampu dan memiliki keterampilan dalam bersaing baik dalam berpolitik maupun mendapatkan pekerjaan.

Ditambahkan, hal lain yang juga penting adalah membangu relasi, artinya harus mampu membangun hubungan baik dengan lembaga apapun, karena kehiudupan ini dibutuhkan interaksi yang baik dengan orang lain, oleh karena itu mari membangun komunikasi dengan baik dengan berbagai pihak.[]