Forum WR II PTKIN se Indonesia Gelar FGD di Aceh

Forum wakil rektor II bidang perencanaan dan keuangan ini merupakan forum yang sangat dinamis di perguruan tinggi.

Forum WR II PTKIN se Indonesia Gelar FGD di Aceh
Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. M. Arskal Salim, M. Ag bersama peserta FGD menyamsikan penampilan tarian rapai geleng_aceh_ yang persembakan oleh mahasiswa sanggar seni seulaweut UIN Ar-Raniry. [Foto: Nat Riwat]

Forum WR II PTKIN se Indonesia Gelar FGD di Aceh

Forum wakil rektor II bidang perencanaan dan keuangan ini merupakan forum yang sangat dinamis di perguruan tinggi.

Banda Aceh - Forum Wakil Rektor dan Wakil Ketua Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se Indonesia menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Banda Aceh, kegiatan tersebut berlangsung 28 Februari - 3 Maret  2018 di Hotel Muyara Aceh.

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. M. Arskal Salim, M. Ag dalam sambutannya pada pembukaan FGD, Rabu malam (28/2/2018) mengatakan bahwa forum wakil rektor II bidang perencanaan dan keuangan ini merupakan forum yang sangat dinamis di perguruan tinggi.

Arskal mengharapkan kepada peserta FGD ini agar dapat membahas tentang perencanaan sebuah perguruan tinggi harus mengimbangi, artinya selain membangun fisik ke depan dapat terus meningkatkan sumber daya manusia (SDM yang ada.

“Kami menegaskan bahwa hal yang paling penting dalam pembangunan lembaga pendidikan seperti perguruan tinggi ini adalah bagaimana dapat melahirkan guru beru besar minimal enam orang setiap tahunnya,” ujarnya.

Arskal Salim mengingatkan kepada forum rektor bidang II ini agar memprogramkan dalam upaya mendorong agar dosen-dosen di PTKIN menjadi guru besar, selain itu juga untuk para doktor harus terus dipacu.

Inovasi yang sedang dikembangkan oleh Kementerian Agama RI saat ini antara lain adalah memberikan peluang kepada para tenaga pendidik yang master menjadi doktor, dengan diprogramkan hal yang demikian maka mutu pendidikan akan semakin baik.

Ketua Forum Wakil Rektor II PTKIN, Dr. Hj. Zumrotul Mukaffah, M.Ag, mengatakan, kegiatan FGD ini merupakan pertemuan yang rutin dilakukan oleh para wakil rektor atau wakil ketua bidang II, dan jika dianggap perlu dengan adanya regulasi baru serta jika ada hal penting maka akan dilakukan juga kegiatan seperti ini.

“Pertemuan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi terhadap hal-hal atau aturan baru baik yang dikeluarkan oleh Menteri maupun pemerintah secara umum, selanjutkan untuk merumuskan usulan-usulan,” ujarnya.

Dia menambahkan, dalam FGD seperti ini juga akan dibahas ada beberapa hal terkait dengan kondisi di masing-masing perguruan tinggi, hal tersebut akan dirumuskan untuk diusulkan kepada Menteri, selanjutnya tentang petunjuk teksnis yang belum diatur secara rinci, maka dalam forum ini juga dibahas.

“Hal lain jika ada keunguulan dan keberhasilan disebuah kampus, maka dalam forum FGD ini juga disampaikan sehingga dapat berbagi pengalaman dengan perguruan tinggi lainnya, ini akan sangat bermanfaat untuk mempercepat pembangunan di perguruan tinggi,” kata Zumrotul yang juga Warek II Sunan Ampel.

Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Prof. Dr. H. Farid Wajidi Ibrahim, MA selaku tuan rumah pertemuan para warek II PKAIN se Indonesia, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan FGD di Banda Aceh. “Selamat Datang di Aceh kota serambi Mekkah dan Serambi Madinah” ucap Farid.

Rektor Farid Wajdi mengatakan, kegiatan FGD forum warek dan wakil ketua II, yang diketuai oleh wakil rektor II UIN Ar-Raniry, Drs. Luthfie Aunie, MA, merupakan kegiatan yang sangat penting dilakukan, menurutnya keberhasilan itu diraih dengan sebuah perencanaan yang baik dan matang.

“Semoga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik, selamat menikmati masakan khas Aceh dan nantinya dapat mengunjungi situs-situs bersejarah yang ada di Aceh,” ujar Farid.

Rektor mengharapkan, bahwa kampus yang berada di bawah kementerian agama harus terus ditingkatkan mutu pendidikan, “Saat ini perhatian Menteri Agama telah sangat baik untuk pembangunan pendidikan di Kampus Keagamaan, baik secara fisik maupun SDM-nya”.[]