FTK UIN Gelar Studium General PPG Daljab

"Kita harus memperkuat lulusan Ar-Raniry yang memiliki strong leadership"

FTK UIN Gelar Studium General PPG Daljab

FTK UIN Gelar Studium General PPG Daljab

"Kita harus memperkuat lulusan Ar-Raniry yang memiliki strong leadership"

Banda Aceh - Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry gelar Studium General tentang Pengembangan Profesi Guru Pra Jabatan dan Dalam Jabatan, disampaikan oleh Tim PPG Guru Daerah Khusus Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Drs. Anas M. Adam, M.Pd, Senin (17/9/2018) di Aula FTK, Darussalam Banda Aceh.

Rektor UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. H. Warul Walidin AK, MA usai membuka Studium General, mengatakan bahwa pendidikan itu spektrumnya luas dan dimensinya banyak, studium general ini salah satu yang dilakukan dalam rangka mendukung bagaimana pengembangan dosen, mahasiswa (calon guru) dan peserta didik, karena guru merupakan ujung tombak dari sebuah pendidikan itu sendiri.

Warul menyatakan, ada beberapa hal yang menjadikan pendidikan itu penting bagi generasi bangsa, pertama pendidikan itu menantang, karena dia menyangkut dengan masa depan generasi dan masa depan bangsa.

“Selain menantang, pendidikan juga unik dan luas, karena semakin banyak kita membaca semakin sadar akan keterbatasan kita, semakin tinggi kita belajar juga semakin banyak ilmu pengetahuan yang dapat dikembangkan, dan seterusnya,” ujarnya.

Selanjutnya kata Rektor, bahwa pendidikan itu mulia, artinya pendidikan merupakan inti dari sebuah  peradaban, kita berada pada jantung hati peradaban, jika pendidikan itu baik maka hal lain juga akan baik, dan pendidikan harus jadi lokomotif dalam rangka menggerakkan gerbong-gerbong kehidupan di sektor lain, seperti ekonomi, politik, sosial dan kebudayaan.

Terkait dengan tema stadium general, mewujudkan guru professional melalui pendidikan profesi guru dalam jabatan, (PPG Daljab), Rektor Warul mengharapkan alumni FTK UIN Ar-Ranury yang lulus era revolusi industri ke empat yang disebut Revolusi Industri 4.0 harus mempu bersaing dan memiliki keterampilan dalam pengembangan pendidikan.

“Dari sudut kemahasiswaan kita harus memperkuat lulusan Ar-Raniry yang memiliki strong leadership, memiliki kemampuan komunikasi yang baik, terutama bahasa arab dan inggris, juga bahasa lain seperti mandarin, jepang, korea dan bahasa Jerman sebagai tambahan, hal tersebut kita kembangkan agar para alumni dapat masuk ke pasar kerja, mereka harus memiliki kapasitas bukan hanya dari sudut keilmuan dan juga kemampuan bahasa serta keterampilan lainnya.

Ini lah langkah yang dilakukan oleh UIN Ar-Raniry dalam rangka intenasionalisasi universitas ini dan juga kepada alumni, selanjutnya kepada dosen diharapkan agar lebih kreatif dalam mengembangkan motedelogi pembelajaran yang lebih muthakir yang dikembangakan.

Stadium general tersebut diikuti oleh para dosen, mahasiswa dan sejumlah siswa berlangsung di aula FTK UIN Ar-Raniry, turut dihadiri oleh sejumlah pimpinan.

Sementara itu, Anas M Adam dalam materinya mengharapkan kepada dosen, khususnya di Tarbiyah dan keguruan agar dalam  proses pembelajaran dapat memperhatikan metode pembelajaran yang baik, lulusan FTK adalah calon guru dan guru adalah contoh teladan bagi murid.

“Tugas utama guru adalah mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik, namun yang dilakukan oleh kebanyakan guru saat ini adalah mengajar dan menilai, sedangkan tugas lainnya jarang dilakukan, ini sangat disayangkan karena efeknya sangat berbahaya”, kata Anas Adam.