FUH UIN Ar-Raniry Yudisium 99 Sarjana

Ini juga menjadi angka yang menarik, dari 99 peserta tersebut terdiri dari 36 laki-laki dan 63 perempuan.

FUH UIN Ar-Raniry Yudisium 99 Sarjana
Prosesi yudisium mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUH) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Kamis 15 Desember 2018. [Foto: Nat Riwat]

FUH UIN Ar-Raniry Yudisium 99 Sarjana

Ini juga menjadi angka yang menarik, dari 99 peserta tersebut terdiri dari 36 laki-laki dan 63 perempuan.

Banda Aceh- Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUH) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry kembali meyudisium 99 sarjana strata satu (S1) pada semester ganjil tahun akademik 2017/2018 di Aula lantai III Gedung Rektorat UIN Ar-Raniry, Darussalam Banda Aceh, Kamis 15 Februari 2018.

Dekan FUF Dr. Lukman Hakim, M.Ag berpesan kepada yudisia bahwa apa yang telah dicapai ini merupakan berkat doa orangtua yang disertai dengan kerja keras masing-masing dan juga didalamnya termasuk peran para dosen dan civitas akademika.

Oleh karena itu, maka hal yang paling utama yang harus dilakukan adalah bersyukur kepada Allah Swt dan segera menyampaikan pesan gembira ini kepada orangtua masing-masing, sebab semua yang didapatkan hari ini merupakan berkat doa dan tetesan peluh dari usahanya yang merindukan anaknya menjadi sarjana.

“Kami berkeyakinan bahwa para yudisia ini merupakan lulusan yang telah ditempa dengan disiplin keilmuan ushuluddin, siap dilepaskan ke lingkungan masyarakat untuk berbakti kepada agama dan bangsa, menyampaikan kebenaran dan ikut menindak kemungkaran,” ujar Dekan.

Lukman menambahkan, bahwa disekeliling kita terus saja bermunculan problematika seperti LGBT, aliran sesat dan kecenderuangan menyesatkan orang lain. Lulusan Ushuluddin dan Filsafat diharapkan menjadi agen perubahan sosial terutama terhadap permasalahan yang terjadi saat ini.

Lukman Hakim menegaskan, lulusan FUF telah disiapkan dimana di dalamnya terhimpun dua kekuatan yang seimbang, yakni kecerdasan intelektual dan spiritual. Di zaman sekarang bahwa mengandalkan kecerdasaan inteletual saja tidak menjamin sesorang lebih baik, oleh karena itu kecerdasan intelektual yang diiringi dan dikawal kecerdasan spiritual.

Wakil dekan bidang akademik, Maizuddin, M.Ag menyebutkan, bahwa jumlah yudisia pada semester ganjil 2017/2018 merupakan yyang terbanyak sepanjang sejarah FUF, yakni 99 orang, ini juga menjadi angka yang menarik, dari 99 peserta tersebut terdiri dari 36 laki-laki dan 63 perempuan.

Maizuddin menambahkan, dilihat dari predikat yudisium, 41 orang meraih nilai istimewa dan 58 orang lulus dengan nilai baik sekali, dari asal Negara dapat dirincikan dari dalam negeri 91 orang, Malaysia 7 orang dan 1 orang dari Turki.

“IPK tertinggi pada sementer ganjil ini mencapai 3.96, dari prodi akidah dan filsafat Islam, kepada mereka yang memiliki IPK tertinggi dari masing-masing prodi berikan piagam penghargaan dan bingkisan,” ujarnya.

Dalam prosesi yudisium, lanjut Maizuddin, juga disampaikan orasi ilmiah oleh Samsul Bahri, M.Ag, yang merupakan salah seorang dosen senior di fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Ar-Raniry, jdudul yang diangkat adalah Posisi Metodologi Tafsir dalam Studi Al-Quran Era Kekinian.[]