Gara-gara Isu LGBT, Aceh International Marathon 2018 Sepi Pendaftar

"Gara-gara salah paham tentang kostum, baju. Ini Sabang, kita enggak katakan harus pakai jilbab semua pelari (wanita), atau pakai sorban untuk pelari laki-laki," kata dia.

Gara-gara Isu LGBT, Aceh International Marathon 2018 Sepi Pendaftar
Gubernur Aceh Irwandi Yusuf ketika ditemui di Kantor Wakil Presiden RI, Jakarta, Selasa (13/2/21/2018).(KOMPAS.com/ MOH NADLIR)

Gara-gara Isu LGBT, Aceh International Marathon 2018 Sepi Pendaftar

"Gara-gara salah paham tentang kostum, baju. Ini Sabang, kita enggak katakan harus pakai jilbab semua pelari (wanita), atau pakai sorban untuk pelari laki-laki," kata dia.

Jakarta - Pemerintah provinsi Aceh akan menggelar Aceh International Marathon 2018 di Sabang, 29 Juli mendatang. Sayangnya, sampai saat ini sejak ajang lari sejauh 42 kilometer tersebut dibuka, baru 200 peserta yang mendaftar. 

"Jumlah yang mendaftar, baru seminggu kami buka hanya baru 200 yang mendaftar," kata Gubernur Aceh Irwandi Yusuf di Kantor Wakil Presiden RI, Jakarta, Selasa (13/2/21/2018). 

Ternyata, penyebab rendahnya minat peserta yang mendaftar itu antara lain isu penolakan lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) di tanah rencong tersebut.

"Kami mengalami agak kesulitan sedikit gara-gara LGBT tadi," kata dia.

Persoalan lainnya adalah soal kekhawatiran baju yang digunakan dalam acara lari maraton di Sabang tersebut.

"Gara-gara salah paham tentang kostum, baju. Ini Sabang, kita enggak katakan harus pakai jilbab semua pelari (wanita), atau pakai sorban untuk pelari laki-laki," kata dia.

"Tapi masyarakat peserta ini was-was. Termasuk dampak akibat ada bupati yang meminta pramugari pakai jilbab," kata dia.[]kompas.com