Gayo Berduka, Ribuan Masyarakat Shalatkan Jenazah Dr. Tgk. H. Mahmud Ibrahim, MA

Tgk. H. Mahmud Ibrahim meninggal pada Kamis (21/12) sekitar pukul 14.40 WIB di kediamannya di Kampung Merah Mersa, Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah

Gayo Berduka, Ribuan Masyarakat Shalatkan Jenazah Dr. Tgk. H. Mahmud Ibrahim, MA
Ribuan masyarakat hadiri fardu kifayah shalat jenazah Dr.Tgk. H. Mahmud Ibrahim, MA di Masjid Ruhama, Takengon Kabupaten Aceh Tengah. Jumat 22 Desember 2017.

Gayo Berduka, Ribuan Masyarakat Shalatkan Jenazah Dr. Tgk. H. Mahmud Ibrahim, MA

Tgk. H. Mahmud Ibrahim meninggal pada Kamis (21/12) sekitar pukul 14.40 WIB di kediamannya di Kampung Merah Mersa, Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah

Takengon - Ribuan masyarakat dataran tinggi Gayo dari Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues penuhi Masjid Agung Ruhama Takengon untuk melaksanakan fardhu kifayah shalat jenazah Ulama Kharismatik Dr. Mahmud Ibrahim, MA, Jumat 22 Desember 2017.

Tgk. H. Mahmud Ibrahim meninggal pada Kamis (21/12) sekitar pukul 14.40 WIB di kediamannya di Kampung Merah Mersa, Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah

Masyarakat dari berbagai tempat mulai memadati Masjid Ruhama sejak pukul 11.00 WIB, guna melaksanakan shalat Jumat dan dilanjutkan dengan shalat jenazah bagi tokoh masyarakat setempat itu.

Suasana khidmat tampak dalam prosesi shalat jenazah yang turut dihadiri sejumlah pimpinan daerah dari Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah.

Dalam sambutannya, Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin mengatakan, Tgk. H. Mahmud Ibrahim merupakan sosok orang tua, ulama, dan umara bagi masyarakat dataran tinggi Gayo. 

"Beliau merupakan sosok orang tua bagi kita, selain itu beliau juga pernah menjadi Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Tengah dan Ketua Majlis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Tengah. Dah bahkan hingga kemarin sebelum dipanggil oleh Allah SWT, beliau masih aktif sebagai Ketua Baitul Mall Aceh Tengah, Ketua Pengurus Masjid Ruhama Takengon, dan Dosen Pascasarjana Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Gajah Putih Takengon," tuturnya.

"Kemarin Zuhur beliau juga masih sempat shalat berjamaah di Masjid ini dan menandatangani proses penegrian Universitas Gajah Putih Takengon," tambah Nasaruddin.

Shalat jenazah tokoh masyarakat Gayo itu langsung diimami oleh anaknya Dr. Abdiansyah Linge, MA yang dilanjutkan dengan memimpin pembacaan doa.

Suasana duka pun kian menyelimuti prosesi fardhu kifayah tersebut. Hingga sejumlah jamaah ikut menitikkan air mata saat doa dibacakan untuk almarhum.

Usai shalat jenazah di Masjid Ruhama Takengon, Jenazah Tgk.H. Mahmud Ibrahim dibawa ke Masjid Kuba Bebesen untuk kembali dishalatkan oleh masyarakat setempat yang sudah menunggu. Ribuan masyarakat pun tetap mengiringi kepergian jezanah hingga proses pemakaman di Kampung Mesir.[]