Gempa 6,9 SR, Laut Sukabumi dan Garut Masih Normal

Informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisikan (BMKG) pada Jumat pukul 23.47 WIB terjadi gempa berkekuatan 6,9 SR yang berlokasi di di 7,75 LS, 108,11 BT 11 km barat daya Kabupaten Tasikmalaya dengan gempa kedalaman 107 km.

Gempa 6,9 SR, Laut Sukabumi dan Garut Masih Normal
Ilustrasi

Gempa 6,9 SR, Laut Sukabumi dan Garut Masih Normal

Informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisikan (BMKG) pada Jumat pukul 23.47 WIB terjadi gempa berkekuatan 6,9 SR yang berlokasi di di 7,75 LS, 108,11 BT 11 km barat daya Kabupaten Tasikmalaya dengan gempa kedalaman 107 km.

Bandung - Pascagempa berkekuatan 6,9 Skala Richter (SR) berpusat di Tasikmalaya, Jawa Barat pada Jumat, (15/12) hingga kini kondisi laut Sukabumi masih tetap normal atau tidak ada perubahan aktivitas.

"Gempa Tasikmalaya tersebut getarannya juga dirasakan kencang warga Sukabumi, tetapi saat ini kondisi warga khususnya yang tidak di pesisir pantai sudah kembali normal dan gempa tersebut pun tidak ada efeknya terhadap aktivitas laut Sukabumi," kata Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi Usman Susilo, Sabtu (16/12) dikutip dari Antara.

Namun demikian, pihaknya menginstruksikan kepada seluruh relawan penanggulangan bencana dan lembaga terkait lainnya untuk tetap siaga. Selain itu, berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) setempat untuk memastikan kondisi warga aman.

Menurutnya, pihaknya juga belum menerima laporan adanya warga yang tinggal di daerah pesisir mengungsi akibat gempa tersebut karena khawatir terjadi tsunami.

Tapi, pihaknya mengimbau kepada warga agar jangan panik dan selalu waspada antisipasi adanya gempa susulan. Imbauan ini bertujuan untuk meminimalisasikan korban baik harta maupun jiwa.

"Kami pun sudah menyiagakan logistik bantuan, jika nanti kami menerima laporan adanya rumah warga yang rusak akibat gempa ini akan langsung disalurkan bantuan darurat," tambah Usman.

Sementara, Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Sukabumi Eka Widyaman mengatakan, hingga Sabtu, (16/12) pukul 01.00 WIB, pihaknya belum menerima laporan adanya kerusakan baik fasilitas umum maupun permukiman warga.

"Hingga kini kami masih melakukan pendataan dan petugas penanggulangan bencana kami masih siaga untuk antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan," katanya.

Informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisikan (BMKG) pada Jumat pukul 23.47 WIB terjadi gempa berkekuatan 6,9 SR yang berlokasi di di 7,75 LS, 108,11 BT 11 km barat daya Kabupaten Tasikmalaya dengan gempa kedalaman 107 km.

Garut

Satuan Polisi Air dan Udara (Polaiurd) Polres Garut ikut memantau perkembangan laut di Santolo, Kabupaten Garut, Jawa Barat, yang hingga Sabtu dini hari masih terpantau aman terkendali.

Kepala Satpolairud, AKP Tri Andri mengatakan, jajarannya melakukan pemantauan laut karena adanya peringatan dini tsunami setelah gempa bumi berkekuatan 6,9 skala richter di Barat Daya Tasikmalaya.

"Memantau perbahan air laut, dan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan," kata Tri.

Ia menyampaikan, laporan sementara gempa bumi yang mengguncang wilayah pesisir pantai Garut tidak menimbulkan kerusakan, maupun korban jiwa.

Namun ketika terjadi gempa, kata dia, warga banyak yang berhamburan keluar rumah kemudian menuju tempat evakuasi yang sudah disiapkan.

"Gempanya sangat terasa sekali, warga langsung keluar dan menuju tempat evakuasi yang telah ditentukan," kata Tri.

Sementara itu, wilayah Pantai Santolo, Kabupaten Garut, merupakan kawasan yang masih satu garis pantai dengan Kabupaten Tasikmalaya dan Pangandaran.

Sebelumnya, wilayah Garut, Tasikmalaya dan Pangandaran pernah dilanda bencana tsunami pada 2007.[] merdeka.com