Gempa 8,2 SR Guncang Banda Aceh, Ratusan Siswa Dievakuasi ke Escape Building Lambung

Pusdalops Banda Aceh menginformasikan jika gempa berpotensi tsunami dan meminta para siswa, guru, dan masyarakat untuk menyelamatkan diri ke escape building di Gampong Lambung

Gempa 8,2 SR Guncang Banda Aceh, Ratusan Siswa Dievakuasi ke Escape Building Lambung
Siswa yang cedera akibat gempa mendapatkan pertolongan pertama dari Tim Pertolongan Pertama Sekolah. [Foto: IST]

Gempa 8,2 SR Guncang Banda Aceh, Ratusan Siswa Dievakuasi ke Escape Building Lambung

Pusdalops Banda Aceh menginformasikan jika gempa berpotensi tsunami dan meminta para siswa, guru, dan masyarakat untuk menyelamatkan diri ke escape building di Gampong Lambung

Banda Aceh  - Gempa berkekuatan 8.2 SR yang berpusat di Sabang pada Jumat pagi, 27 April 2018, pukul 09.45 WIB menyebabkan ratusan siswa di SD 21 dan SMP 12 Banda Aceh yang sedang belajar menjadi panik dan menyelamatkan diri ke titik kumpul.

Ketua Tim Siaga Bencana Sekolah memberikan arahan kepada para siswa, dewan guru untuk menghitung jumlah siswa yg sudah tiba di titik kumpul serta menginstruksikan agar tim kesiapsiagaan sekolah melaksanakan tugasnya masing masing. Meraka juga meminta kepada Tim Pertolongan Pertama Sekolah mengevakuasi dan memberikan pertolongan bagi siswa yg mengalami cedera akibat gempa.

Untuk memastikan keamanan, Tim Peringatan Dini Sekolah segera melakukan komunikasi menggunakan HT dengan Pusdalops BPBD Banda Aceh guna memastikan kekuatan dan pusat gempa serta kemungkinan potensi tsunami seperti yang pernah terjadi pada 2004 lalu.

Tepat pukul 09.45 WIB, Pusdalops Banda Aceh menyampaikan berdasarkan informasi BMKG Banda Aceh jika gempa berpotensi tsunami dan meminta para siswa, dewan guru, warga sekolah, dan masyarakat untuk menyelamatkan diri ke gedung evakuasi (escape building) yang berada di Gampong Lambung Kecamatan Meraxa.

Tepat pada pukul 10.00 WIB, suara sirine tanda tsunami yang cukup nyaring diiringi dengan bunyi kode lonceng yang dipukul enam kali oleh Tim Peringatan Dini Sekolah mengisyaratkan bagi seluruh siswa dan guru melakukan evakuasi secara mandiri ke escape building.

Tim kembali mendata warga sekolah yang sudah dievakuasi dan melakukan penanganan darurat kepada korban gempa sambil membagikan logistic dalam bentuk snack dan air mineral.

Begitulah simulasi dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) yang sudah digelar BPBD Kota Banda Aceh dan didukung Pemerintah Kota Banda Aceh, DPRK Banda Aceh, Dinas Pendidikan, Kementrian Agama Kota Banda Aceh, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Aceh dan Kota Banda Aceh, Dinas Kesehatan, dan SAR, unsur pegiat bencana serta unsur RAPI, puskesmas, TNI/Polri dari Kecamatan Meuraxa.

Kegiatan tersebut juga melibatkan guru dan siswa Tim Siaga Bencana MTsS Darussyariah, dan SMP 12 Banda Aceh, relawan Penanggulangan Bencana Gampong Deah Geulumpang yang merupakan salah satu Desa Tangguh di Banda Aceh. Sehingga total peserta yang ditargetkan 150 orang, ternyata dalam pelaksanannya mencapai 273 orang.

Simulasi tersebut berlandaskan paradigma penanggulangan bencana yg dulunya bersifat responsif dan sekarang berubah menjadi lebih terkordinir, terencana dan sistem manjemen terstruktur yang diawali dengan kegiatan sosialiasasi dan pendampingan tentang Sekolah/Madrasah Aman Bencana (SMAB) kepada Guru dan Siswa SDN 21 dan SMP 5 Lambung yang berlokasi di sekitar Escape Building Lambung.

Hasil Sosialisasi tersebut menghasilkan dokumen-dokumen seperti Denah dan Jalur Evaluasi sekolah, Tim Siaga Bencana Sekolah dan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi), serta prosedur tetap penanggulangan bencana sekolah yang merupakan cikal bakal SMAB. Hal ini sesuai dengan instruksi Walikota nomor 360/0337 tanggal 15 Maret 2018 tentang Penerapan Sekolah/Madrasah Aman Bencana. 

Walikota Banda Aceh dalam sambutan yang diwakili Asisten Bidang Administrasi Umum, Drs. Tarmizi Yahya, MM. mengharapkan simulasi ini dapat memberikan pemahaman kepada semua masyarakat mengenai bagaimana menghadapi bencana sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan, sehingga ketika suatu saat terjadi bencana, siswa, guru, dan masyarakat tidak lagi kebingungan dan panik.

Dalam kesempatan tersebut Ketua DPRK Kota Banda Aceh juga ikut mendukung kegiatan ini dan berupaya sebagai legislator agar adanya pembinaan berkelanjutan berkenaan dengan Sekolah/Madrasah Aman Bencana di Kota Banda Aceh.

Pada akhir kegiatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banda Aceh sebagai leading kegiatan menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang sudah mendukung dan berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) di Kota Banda Aceh,

"Dengan harapan kita, keluarga dan Anda siaga bencana dan Siap Selamat, serta Banda Aceh menjadi Kota Gemilang dan Tangguh Bencana dapat terwujud, InsyaAllah," harapnya BPBD.[]