General Manager Medco E&P Malaka: Mahasiswa Aceh Juga Bisa Menarik Investor

Menurutnya, saat ini kemajuan proyek Blok A secara keseluruhan sudah mencapai 61,28%.

General Manager Medco E&P Malaka: Mahasiswa Aceh Juga Bisa Menarik Investor
General Manger Medco E&P Malaka Herman Husein menyatakan mahasiswa Aceh harus bisa menjadi humas yang handal untuk menyebarkan informasi positif tentang Aceh. Hal tersebut menurutnya dapat menarik investasi ke Aceh. Kamis 16 November 2017.

General Manager Medco E&P Malaka: Mahasiswa Aceh Juga Bisa Menarik Investor

Menurutnya, saat ini kemajuan proyek Blok A secara keseluruhan sudah mencapai 61,28%.

Lhokseumawe – General Manger Medco E&P Malaka Herman Husein menyatakan mahasiswa Aceh harus bisa menjadi humas yang handal untuk menyebarkan informasi positif tentang Aceh. Hal tersebut menurutnya dapat menarik investasi ke Aceh. Kamis 16 November 2017.

Hal itu dikatakanya dihadapan ratusan mahasiswa Politeknik Lhokseumawe saat Herman didaulat menjadi pembicara dalam acara Kuliah Umum Hulu Migas Goes to Kampus yang diselenggarakan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas), Kamis kemarin.

Menurutya ada banyak program bagi masyarakat dan Pemerintah Aceh Timur sudah dilakukan oleh Medco E&P Malaka sejak perpanjangan kontrak dengan Pemerintah Aceh yang ditandatangani, tepatnya 1 September 2011.

Sumbangsih perusahaan tersebut yang tergolong besar untuk masyarakat adalah pembangunan Rumah Sakit dr. Zubir Mahmud di Idi dengan biaya lebih dari  Rp 70 miliar.

“Rumah sakit besar ini dibangun jauh sebelum pembangunan proyek Blok A dimulai  dengan biaya non-cost recovery (tak dapat ditarik kembali). Ini menunjukkan komitmen besar perusahaan untuk ikut membangun Aceh", jelas Herman.

Beberapa program yang sudah dijalankan diantaranya, program sosial kemasyarakatan bidang pendidikan, kesehatan, dan pertanian.

Selain itu, Medco E&P Malaka juga telah merekrut 40 orang teknisi muda asal Aceh yang akan menjadi operator lapangan Blok A saat berproduksi nantinya.

Ia menambahkan, Medco E&P Malaka juga sudah menampung 3.700 orang tenaga kerja dengan jumlah pekerja dari Aceh 59% dari luar Aceh sebanyak 41%.

“Mayoritas dari anak-anak muda tersebut adalah lulusan Politeknik Lhokseumawe. Mereka baru saja menyelesaikan pendidikan di Cepu dan kini sudah kembali ke Aceh Timur,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Herman Husein juga menjelaskan berbagai upaya perusahaan mengembangkan sumber daya alam berupa gas di Kabupaten Aceh Timur. Menurutnya, saat ini kemajuan proyek Blok A secara keseluruhan sudah mencapai 61,28%.

Dikatakanya, Medco E&P terus melakukan program CRS seperti pemberdayaan padi organik, bedah rumah, membangun jalan untuk pedesaan serta program lain yang sudah mulai dilakukan bersama masyarakat di Aceh Timur.[]