Gerhana Bulan 2018; Tanda Terjadi Peristiwa Besar

My Day lahir setelah gerhana bulan.

Gerhana Bulan 2018; Tanda Terjadi Peristiwa Besar
Gerhana bulan [Foto: Ipank]

Gerhana Bulan 2018; Tanda Terjadi Peristiwa Besar

My Day lahir setelah gerhana bulan.

Pada tanggal 31 Januari 2018 lalu telah terjadi gerhana total bulan bersamaan dengan munculnya Super Moon yg menjadikannya sebagai peristiwa langka yg berulang 150 tahun sekali. Peristiwa serupa pernah terjadi pada tahun 1886 lalu.

Para spiritualis klasik menganggap peristiwa alam langka ini akan membawa sesuatu perubahan besar di dunia. Termasuk Nabi Muhammad sendiri juga mengalami ketakutan dalam mengalami peristiwa gerhana ini. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits:

Abu Musa Al Asy’ari radhiyallahu ‘anhu menuturkan, ”Pernah terjadi gerhana matahari pada zaman Rasulullahshallallahu  ‘alaihi wa sallam. Nabi lantas berdiri takut karena khawatir akan terjadi hari kiamat, sehingga beliau pun mendatangi masjid kemudian beliau mengerjakan shalat dengan berdiri, ruku’ dan sujud yang lama. Aku belum pernah melihat beliau melakukan shalat sedemikian rupa.”

Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam lantas bersabda,”Sesungguhnya ini adalah tanda tanda kekuasaan Allah yang ditunjukkan-Nya. Gerhana tersebut tidaklah terjadi karena kematian atau hidupnya seseorang. Akan tetapi Allah menjadikan demikian untuk menakuti hamba hambaNya. Jika kalian melihat sebagian dari gerhana tersebut, maka bersegeralah untuk berdzikir, berdoa dan memohon ampun kepada Allah.”

An Nawawi rahimahullah menjelaskan mengenai maksud kenapa Nabishallallahu ’alaihi wa sallam takut, khawatir terjadi hari kiamat. Beliau rahimahullah menjelaskan dengan beberapa alasan, di antaranya:

Gerhana tersebut merupakan tanda yang muncul sebelum tanda tanda kiamat seperti terbitnya matahari dari barat atau keluarnya Dajjal. Atau mungkin gerhana tersebut merupakan sebagian tanda kiamat.

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

”Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat hal tersebut maka berdo’alah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah shalat dan bersedekahlah.” (HR. Bukhari no. 1044)

Sebagaimana disebutkan dengan jelas pada kedua hadits tersebut bahwa gerhana adalah di antara tanda-tanda kekuasaan Allah untuk menjadi peringatan kepada manusia. Maka kita sebagai Muslim perlu mengambil i'tibar dengan adanya peristiwa gerhana bulan yg langka ini.

Lalu apakah hikmahnya dengan peristiwa gerhana bulan pada 31 Januari 2018 lalu..? Untuk mengetahui dan membaca hikmahnya, ada baiknya kita membuka kembali lembaran sejarah dunia pada tahun 1886 dan peristiwa yang mengikuti sesudahnya.

Setelah gerhana pada 1886 terjadi peristiwa besar di Amerika yang menggerakkan kaum pekerja dan melahirkan My Day yang diperingati sampai sekarang sebagai hari buruh internasional.

Di Indonesia pada tahun itu terjadi pemberontakan bersejarah di Ciomas Jawa Barat yang membangkitkan perlawanan Nasional. Kejadian tersebut menambah gelora perang berkepanjangan di wilayah Aceh yang sudah dimulai pada 1873. Perlawanan kaum patriotik ini selanjutnya melahirkan gerakan nasional kemerdekaan Indonesia yabg mulai melahirkan Jamiat Khair (1901) di Jakarta dan Syaeikat Dagang Islam (1905) di Solo. Kebangkitan kedua gerakan Muslimin tersebut telah menjadikan isnpirasi pergerakan kemerdekaan Indonesia yang melahirkan banyak tokoh-tokoh kebangkitan Nasional Indonesia.

Selanjutnya pada tahun 1903 telah terjadi Konfrensi Khilafah Internasional di Batavia (Jakarta) yang digerakkan oleh Jamiat Khair yang mendukung kedudukan Khilafah Islam di Turki sekaligus menyerukan perlawanan terhadap penjajahan Belanda di Indonesia. Peristiwa ini telah membangkitkan intensitas perlawanan bangsa Indinesia terhadap penjajah Belanda.

Pasca gerhana bulan 1886 disebutkan para peneliti sejarah telah menimbulkan banyak perubahan pada umat manusia. Diantaranya adalah terjadinya peristiwa Perang Dunia Pertama yang membangkitkan kesadaran ekspansi Bangsa Eropah menguasai dunia dan menimbulkan pertumpahan darah. Kaum muslimin juga mengalami banyak peristiwa bersejarah pasca gerhana tersebut dan yang paling berpengaruh adalah dimulainya proses penjajahan terhadap dunia Islam yg berujung dengan tumbangnya Khilafah Islamiyah di Turki pada tahun 1924.

Maka sehubungan dengan peristiwa gerhana bulan 2018 ini, apakah akan terjadi peristiwa besar kembali di Indonesia. Yang jelas tahun ini kita akan menyelenggarakan pemilu serentak yang banyak ditakutkan akan menimbulkan kerusuhan. Pada tahun politik ini pula kebangkitan umat Islam yg dimotori Alumni 212 semakin terkristal menjadi kekuatan politik praktis yang dianggap akan mempengaruhi masa depan politik Indonesia serta pemilihan Presiden 2019 mendatang.

Maka kepulangan penggerak utama Alumni 212, Habib Muhammad Rizieq Syihab yang direncanakan pada tanggal 21 Februari (212) mendatang tentu juga akan menjadi sejarah baru pergerakan dan perubahan di Indonesia. Karena kabarnya para Alumni 212 akan menjemput kepulangan Imam Besar Umat Islam secara besar-besaran dan tentu akan membawa suasana mencekam bahkan ada yang nemprediksi terjadinya Revolusi yanga menumbangkan rezim.

Sebagai aktivis gerakan Islam, peristiwa alam gerhana bulan ini perlu disikapi, sebagaimana disikapi oleh Nabi Muhammad dengan ketaqwaan dan memperbanyak zikir dan tentunya meningkatkan intensitas jihad fie sabilillah. Sunnatullah ini pula diharapkan menjadi petanda kewaspadaan kita terhadap perubahan pergerakan nasional yang semakin memuncak pada tahun politik 2018 ini. Bahkan sebagai kelompok aktivis revolusioner, peristiwa ini menjadi penggerak untuk membangkitkan perubahan tatanan politik nasional sebagaimana yang telah dilakukan para pendahulu kita diawal tahun 1900an.

Bergerak membangun kembali gerakan kebangkitan kejayaan Indonesia Raya.[]