Global Tiger Day Diperingati Aktifis Aceh Selatan

Peringatan Hari Harimau Sedunia pertama sekali ditetapkan di Tiger Summit St Petersburg, Rusia, pada tanggal 29 Juli 2010. Sedangkan di Indonesia mulai dirayakan pada tahun 2013.

Global Tiger Day Diperingati Aktifis Aceh Selatan
Petugas TN. Gunung Leuser bersama Aktivis Lingkungan memperingati Hari Harimau Sedunia (global tiger day) di Bundaran Tugu Pala, Kota Tapaktuan, Aceh Selatan Sabtu, (28/7/18)

Global Tiger Day Diperingati Aktifis Aceh Selatan

Peringatan Hari Harimau Sedunia pertama sekali ditetapkan di Tiger Summit St Petersburg, Rusia, pada tanggal 29 Juli 2010. Sedangkan di Indonesia mulai dirayakan pada tahun 2013.

Tapaktuan – Petugas TN. Gunung Leuser bersama Aktivis Lingkungan memperingati Hari Harimau Sedunia (global tiger day) di Bundaran Tugu Pala, Kota Tapaktuan, Aceh Selatan Sabtu, (28/7/18).

Ketua panitia kegiatan, Sahad Alfredo Sihombing, S.Hut mengatakan bahwa dalam peringatan Hari Harimau Sedunia tersebut pihaknya menggelar sejumlah rangkaian acara yang diikuti oleh kaum pelajar dari tingkatan pendidikan formal seperti TK dan SMA sederajat se Kota Tapaktuan. Tujuan kegiatan adalah memikat simpati masyarakat tentang kearifan lokal terhadap keberadaan Harimau Sumatera di tengah kehidupan sosial budaya yang secara turun temurun menegaskan bahwa Harimau bukan hewan buruan dan bahan koleksian. 

“Kegiatan ini kami gelar mulai pukul 09.00 WIB sampai dengan selesai yaitu di dua tempat diantaranya Bundaran Tugu Pala dan RTH Taman Pala. Dalam kesempatan itu beliau juga menyampaikan harapannya agar masyarakat dapat meningkatkan kepedulian terhadap satwa liar Harimau Sumatera yang kian terancam punah di alam.

Lebih lanjut, Sahad menjelaskan, sejumlah kegiatan tersebut seperti Kampanye Perlindungan Harimau, Face Painting, Lomba Mewarnai tingkat usia dini (TK), Lomba Cerita Bergambar dan Lomba Karikatur tingkat SMA sederajat. Jumlah peserta lomba secara keseluruhan ± 100 orang. Bahkan kami memberikan apresiasi terhadap mereka dalam bentuk Trophy dan Sertifikat. Selain itu, juga ada kegiatan selingan seperti membaca puisi tentang alam tandasnya.  

Peringatan Hari Harimau Sedunia pertama sekali ditetapkan di Tiger Summit St Petersburg, Rusia, pada tanggal 29 Juli 2010. Sedangkan di Indonesia mulai dirayakan pada tahun 2013.

Siswa SMA Negeri 1 Tapaktuan, Dandy Alfayet menyatakan bahwa, kegiatan peringatan Hari Harimau Sumatera menurutnya baru kali ini dilaksanakan di kabupaten Aceh Selatan. Apalagi katanya Harimau Sumatera ini adalah salah satu jenis hewan sakral dan dilindungi secara turun temurun oleh nenek moyang mereka. Setidaknya kegiatan tersebut dapat membangkitkan semangat konservasi masyarakat dan generasi muda akan kelestarian Satwa Primadona Indonesia tersebut. 

Kepala SPTN Wilayah II Kluet Utara, Teuku Irmansyah, S.Hut dalam sambutannya menjelaskan kegiatan Global Tiger Day ini diinisiasi melalui program BCCPGLE – KFW – BBTNGL dan KLHK. Selain itu kegiatan tersebut juga tidak lepas dari dukungan Organisasi Pemerhati Lingkungan seperti Wildlife Counservation Sociaty (WCS – IP), Forum Konservasi Leuser (FKL), Orangutan Information Center (OIC) dan BRI Cabang Tapaktuan.

Beliau juga menjelaskan bahwa, Berdasarkan data IUCN (International Union for Conservation of Nature) tinggal 400 sampai 600 ekor, disebabkan berkurangnya luas hutan sebagai habitatnya di alam. Atas kondisi itu maka Harimau Sumatera dinyatakan masuk kategori satwa lindung terancam punah. Maka oleh karenanya beliau menghimbau agar masyarakat dapat mengambil bagian terhadap perlindungan dan pelestarian habitat Satwa Kunci Sumatera tersebut tutupnya.[]