Guru Besar UGM Beri Materi Publikasi Ilmiah di STAIN Meulaboh

“Jangan terlalu sibuk dengan indeks, jika ada peluang untuk dipublikasikan langsung tulis” .

Guru Besar UGM Beri Materi Publikasi Ilmiah di STAIN Meulaboh

Guru Besar UGM Beri Materi Publikasi Ilmiah di STAIN Meulaboh

“Jangan terlalu sibuk dengan indeks, jika ada peluang untuk dipublikasikan langsung tulis” .

Meulaboh -  Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Prof. Dr. Irwan Abdullah, MA memaparkan dua hal yang sangat penting dalam menulis artikel ilmiah, yaitu data dan literatur. Hal tersebut dijelaskan Irwan dalam Workshop Publiaksi Ilmiah di Kampus STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh. Kamis, 27 Desember 2018.

Dalam kegiatan yang dilaksanakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) tersebut Irwan menjelaskan data yang dimaksud adalah temuan yang didapat di lapangan secara faktual dan tidak boleh mengada-ada.

“Tanpa mengindahkan yang lain, tapi data, inilah yang nomor satu,” tegasnya.

Guru Besar Antropologi ini juga menambahkan, peran data sangat penting dalam publikasi ilmiah, sebab suatu tulisan dapat dikatakan ilmiah jika diperlakukan dengan metode yang sistematis.

“Penulis tidak akan bisa melakukan analisis jika tidak ada data,” ujarnya.

Irwan menjelaskan, selanjutnya yang diperlukan adalah literatur. Dengan adanya literatur maka data dapat dilakukan analisis sesuai dengan metodologi. Sebaliknya, jika tidak ada literatur maka data yang didapat tidak dapat dikatakan ilmiah.

“Karena tujuan digunakan literatur adalah menjadikan data yang diperoleh dapat dilakuakan sesuai dengan metode yang sesuai,” jelasnya.

Irwan menambahkan agar tulisan para dosen STAIN dibaca secara Internasional maka gunakanlah literatur yang memiliki standar Internasional pula. Dengan mengutip dari tulisan para Ilmuan besar, maka akan mengundang orang lain untuk membaca tulisan yang dibuat.

“Diibaratkan berdiri di pundak raksasa, maka akan terlihat besar seperti raksasa tersebut,” tandasnya.

Irwan berpesan agar menjadikan menulis menjadi sebuah tradisi di Kampus STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh.

“Jangan terlalu sibuk dengan indeks, jika ada peluang untuk dipublikasikan langsung tulis” pungkasnya.

Wakil Ketua Bidang Akademik dan Kelembagaan Drs. M Arif Idris, MA mengatakan, kegiatan workshop semacam ini merupakan kegiatan yang harus dilakukan secara kontiniu.

Menurutnya kegiatan tersebut dapat menunjang peningkatan kualitas penelitian yang menjadi salah satu dari tiga tanggung jawab perguruan tinggi selain pengajaran dan pengabdian kepada masyarakat.

"Kegiatan ini dapat menunjang alih status STAIN menjadi IAIN, agar para dosen terus termotivasi untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian," tutupnya.[]