Guru Madrasah se Aceh Dibekali Teknis Pengelolaan Perpustakaan

Peserta yang telah menyelesaikan seluruh program dan memperoleh nilai 71 keatas akan diberikan surat tanda tamat pendidikan dan pelatihan.

Guru Madrasah se Aceh Dibekali Teknis Pengelolaan Perpustakaan

Guru Madrasah se Aceh Dibekali Teknis Pengelolaan Perpustakaan

Peserta yang telah menyelesaikan seluruh program dan memperoleh nilai 71 keatas akan diberikan surat tanda tamat pendidikan dan pelatihan.

Banda Aceh - Sebanyak 36 guru dari berbagai Madrasah dalam wilayah kerja Kementerian Agama Kabupaten Aceh Tamiang dibekali dan dilatih Diklat di Wilayah Kerja (DDWK) Pengelolaan Perpustakaan di Aula Kankemenag Aceh Tamiang. Diklat tersebut berlangsung selama 4 hari mulai dari tanggal 03 -06 Oktober 2018.

Kegiatan diklat yang diprakarsai oleh Kelompok Kerja Kepala Madrasah (K3M) tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI) Kabupaten Aceh Tamiang bekerjasama dengan Balai Diklat Keagamaan (BDK) Aceh turut menghadirkan narasumber dan instruktur dari alumni Prodi S1 Ilmu Perpustakaan FAH UIN Ar-Raniry yang tergabung dalam Aceh Library Consultant, masing-masing Arkin, S.IP, Wandi Syahputra, S.IP dan Zulfiqri, S.IP dan Razali Yunus, M.Pd dari BDK Aceh.

“Peserta diklat seluruhnya berjumlah 36 peserta, untuk kurikulum diklat berjumlah 40 jam pelajaran yang berasal dari Pusdiklat tenaga administrasi," kata Drs. Mahdi Amin selaku Kasi Diklat Tenaga Administrasi BDK Aceh dalam laporannya, Rabu (3/10/2018) di Aula Kankemenag Aceh Tamiang.

Selama diklat berlangsung, kata Mahdi akan diadakan evaluasi penilaian terhadap para peserta. Bagi peserta yang telah menyelesaikan seluruh program dan memperoleh nilai 71 keatas akan diberikan surat tanda tamat pendidikan dan pelatihan. Sedangkan yang memperoleh niali 70.99 ke bawah akan mendapat surat keterangan pendidikan dan pelatihan.

“Tujuan DDWK ini adalah untuk meningkatkan sikap,  pengetahuan dan keterampilan agar mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai ASN sesuai standar kompetensi yang disyaratkan," katanya

Sementara itu, Kakankemenag Aceh Tamiang, Drs. H. Hasan Basri, MM dalam sambutannya berpesan kepada para guru untuk terus berusaha meningkatkan minat baca siswa dan guru serta melakukan terobosan untuk pengembangan di perpustakaan sekolah masing-masing.

“Guru yang ditugaskan di perpustakaan, pengelolaan perpustakaan sudah jelas, tidak lagi dibebani yang mengelola perpustakaan untuk mengajar, dia khusus bekerja di perpustakaan," kata Hasan Basri.

Selain itu, ia mengajak para peserta diklat untuk memanfaatkan waktu dan kesempatan dengan sebaik-baiknya untuk mengikuti diklat ini, sehingga dapat memperoleh ilmu dan wawasan baru untuk meningkatkan kompetensi dalam hal teknis pengelolaan perpustakaan madrasah.[]