HMI Komisariat FKIP Unsyiah Gelar RAK XXXII

RAK XXXII dilanjutkan dengan sesi kuliah Insan Cita yang disampaikan Rafly Kande

HMI Komisariat FKIP Unsyiah Gelar RAK XXXII

HMI Komisariat FKIP Unsyiah Gelar RAK XXXII

RAK XXXII dilanjutkan dengan sesi kuliah Insan Cita yang disampaikan Rafly Kande

Banda Aceh - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan  (FKIP) Universitas Syiah Kuala menggelar Rapat Anggota Komisariat (RAK) XXXII di Aula Insan Cita HMI Cabang Banda Aceh, Minggu 13 Mei 2018

K Panitia RAK XXXII, Fadhlul Fatahillah mengatakan, kegiatan kali ini bertema "Satu nafas, hijau hitam, menuju komisariat FKIP yang berani dan berkreasi membawa organisasi ke arah cahaya keislamian".

"Tema ini kami angkat mengingat akan pentingnya sifat persatuan dan gotong royong sesama kader untuk mewujudkan HMI yang mampu menjadi lembaga terdepan dengan penguatan nilai-nilai keislaman" ujarnya

Ketua Umum HMI Komisariat FKIP Unsyiah, Wanhar Lingga menyampaikan akan kondisi pengkaderan yang terjadi di HMI Cabang Banda Aceh Sekarang ini.

"Sesuai dengan tertib administrasi sejatinya cabang sudah melakukan Konfercab dan begitu juga komisariat sudah selesai dalam pelaksanaan RAK. Jika memang itu tidak dilaksanakan maka kita telah melanggar Anggaran Dasar HMI pasal 8 tentang perkaderan," sebut Wanhar yang dialamatkan kepada pengurus Cabang HMI Banda Aceh

"Maka oleh karena itu, kami HMI Komisariat FKIP Unsyiah berinisiatif untuk menyegerakan pelaksanaan RAK dengan pertimbangan akan pentingnya regenerasi dan juga pengkaderan di HMI," tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum HMI Cabang Banda Aceh, Ambia Dianda, menyampaikan akan banyaknya tantangan-tantangan yang pastinya akan di hadapi HMI ke depan.

"Ke depan pastinya HMI akan menghadapi permasalahan-permasalah yang sangat sulit, maka oleh karena itu perlunya inovasi untuk menawarkan kelebihan untuk menjadikan HMI sebagai organisasi yang diminati oleh kalangan mahasiswa" sebutnya

Pada penghujung acara, kegiatan RAK XXXII dilanjutkan dengan sesi kuliah Insan Cita yang disampaikan Rafly Kande terkait wawasan kebangsaan melalui seni dan budaya.

"Memperbaiki itikad dan proses yang paling penting, HMI harus membekali batin hingga menuju keihklasan. Semua kerja keras dan pengorbanan harus kita tujukan kepada Allah. HMI harus menjadi cita rasa santun bagi peradaban Indonesia selanjutnya, " sebut Anggota DPD RI asal Aceh itu.[]