Hoaks Tauhid di Video Suporter Tewas Harus Segara Diusut

Polisi harus proaktif menyelidiki kasus ini sampai tuntas.

Hoaks Tauhid di Video Suporter Tewas Harus Segara Diusut
Kronologi tewasnya Haringga [Foto: Dok Republika]

Hoaks Tauhid di Video Suporter Tewas Harus Segara Diusut

Polisi harus proaktif menyelidiki kasus ini sampai tuntas.

Jakarta -  Polisi harus proaktif menyelidiki kasus hoaksdi video penyerangan yang menewaskan suporter Persija. Dalam video itu ada yang mengedit dan memunculkan kalimat Allah saat penyerangan.

"Saya berharap Polri lebih proaktif menyelidiki dan bila perlu menyidik kasus video hoaks yang menampilkan kalimat Allah dalam pengeroyokan suporter sepak bola,” kata anggota Dewan Kehormatan PAN, Dradjad Wibowo, Kamis (27/9).

Menurut Dradjad, hoaks atas video itu adalah kebohongan yang sangat berbahaya, yang jelas ditujukan untuk mendiskreditkan nama Allah dan Islam. "Saya melihatnya minimal sebagai salah satu bentuk ujaran kebencian terhadap Islam,” ujar Dradjad.

Dradjad tidak ingin menafsirkan kasus itu secara politis dulu, meskipun Jabar adalah salah satu basis pendukung Prabowo-Sandi. Dengan begitu, wajar jika muncul berbagai kecurigaan.

"Polri seharusnya bergerak cepat karena hoaks memanipulasi nama Allah SWT itu jauh lebih serius dibanding kasus al-Maidah 51,” kata Dradjad.

Kabid Humas Polda Jawa Barat, AKBP Trunoyudo Wisnu Andiko, membantah adanya suara kalimat tauhid dalam insiden pengeroyokan suporter Persija, Haringga Sirila. Menurut dia, tidak ada kalimat tauhid yang digunakan para tersangka.

“Yang jelas itu perubahan, itu jelas editing,” kata Trunoyudo melalui sambungan telepon, Selasa (25/9).

Ia mengaku berani mengatakan hal tersebut karena polisi memiliki rekaman asli pada saat peristiwa pengeroyokan terjadi. Sehingga, ia menegaskan rekaman yang kemudian dibumbui suara kalimat tauhid tersebut jelas bukan video asli.

“Karena kita ada aslinya, kita juga sudah lakukan proses pemeriksaan tersangka dan saksi, detailnya di HP yang kami jadikan alat bukti,” ujar dia.

Karena itu, lanjutnya, bila kemudian ditemukan rekaman baru dengan kejadian yang sama, akan diproses hukum. Direktorat Siber Polda Jawa Barat akan melakukan penyelidikan mengenai siapa terduga pelaku yang membuat video hoaks tersebut.

Sumber: Republika