Houthi Kembali Tembakkan Rudak ke Arab Saudi

Rudal Houthi diarahkan ke Kementerian Pertahanan Saudi.

Houthi Kembali Tembakkan Rudak ke Arab Saudi
Gerilyawan Houthi (ilustrasi) [Foto: EPA/Yahya Arhab]

Houthi Kembali Tembakkan Rudak ke Arab Saudi

Rudal Houthi diarahkan ke Kementerian Pertahanan Saudi.

Riyadh - Arab Saudi kembali mencegat dua rudal yang diluncurkan Houthi ke ibu Mota Arab Saudi, Riyadh. Serangan ini terjadi saat koalisi yang dipimpin Saudi bergerak untuk merebut kendali  kota pelabuhan utama Yaman dari Houthi.  Ini merupakan serangan rudal Houthi keenam di Riyadh sejak Desember lalu.

Menurut saksi mata, setidaknya enam ledakan keras terdengar dan kilatan cahaya terlihat di langit ibu kota Saudi. Pecahan peluru juga terlihat di jalanan yang dipenuhi  kedutaan besar dan tempat tinggal orang asing.

"Pasukan Pertahanan Udara Kerajaan Saudi mencegat dan menghancurkan misil-misil. Beberapa puing-puing rudal yang dicegat mendarat di daerah pemukiman, untungnya tidak menimbulkan korban," kata juru bicara koalisi Turki al-Malki dalam sebuah pernyataan.

Peningkatan  keamanan dan mobil pemadam kebakaran terlihat di daerah yang dihuni para diplomat setelah serangan.  Televisi al-Masirah yang dikelola Houthi mengatakan, rudal-rudal Burkan ditembakkan ke kementerian pertahanan Saudi dan target lainnya.

Ini adalah serangan pertama yang menargetkan Riyadh sejak koalisi pimpinan Saudi melancarkan operasi pada 12 Juni untuk merebut kota pelabuhan Hodeidah Yaman. Perebutan kota pelabuhan bertujuan untuk melemahkan Huthi dengan memotong jalur suplai utama mereka.

Houthi yang menguasai sebagian besar Yaman termasuk ibu kota Sanaa, telah menembakkan serangkaian rudal ke  kerajaan dalam beberapa bulan terakhir. Ini bagian dari konflik tiga tahun yang secara luas dilihat sebagai pertempuran proksi antara Arab Saudi dan Iran.

"Semakin lama agresi dan perang berlanjut, semakin besar kemampuan rudal balistik kami," kata Al Mayadeen TV mengutip juru bicara Houthi, Mohammed Abdul-Salam.

Koalisi dukungan Barat ikut campur dalam perang Yaman pada  2015 untuk menggulingkan  Houthi dan memulihkan pemerintahan yang diakui internasional.

Riyadh menuduh Houthi menggunakan pelabuhan itu untuk menyelundupkan senjata buatan Iran, termasuk rudal. Tuduhan ini dibantah oleh Houthi dan Teheran.[]

Sumber: Republika