Ikamasri Gelar Pengabdian di Sekolah Terpencil Aceh 

Kegiatan yang ditempatkan di SDN Namo Buaya dan SDN Lae Semolap itu mengusung tema " Satu Langkah Kecil Menuju Generasi Aceh yang Berintegritas"

Ikamasri Gelar Pengabdian di Sekolah Terpencil Aceh 
Ikatan Mahasiswa Syekh Riman saat mengunjungi Makam keramat Syekh Riman di Sultan Daulat, Subulussalam, 01/07/2017.

Ikamasri Gelar Pengabdian di Sekolah Terpencil Aceh 

Kegiatan yang ditempatkan di SDN Namo Buaya dan SDN Lae Semolap itu mengusung tema " Satu Langkah Kecil Menuju Generasi Aceh yang Berintegritas"

Banda Aceh - Ikatan Mahasiswa Syehk Riman (Ikamasri)  akan melaksanakan kegiatan Pengabdian Mahasiswa di sekolah terpencil Aceh. Kegiatan yang ditempatkan di SDN Namo Buaya dan SDN Lae Semolap itu mengusung tema " Satu Langkah Kecil Menuju Generasi Aceh yang Berintegritas". 

Ketua Panitia Pengabdian, Mulyadi Sagala, S.Pt mengatakan, kegiatan tersebut memang sudah disiapkan jauh-jauh hari oleh Ikamasri yang kuliah di Banda Aceh. "Alhamdulillah kegiatan itu sebentar lagi akan terealisasikan," katanya.

Dia berharap, masyarakat dan Pemerintah Kota Subulussalam dapat mendukung penuh kegiatan seperti ini dan meminta kepada masyarakat untuk dapat meramaikan pembukaan Pengabdian di SDN Namo Buaya pada 8 Februari 2018 mendatang.

"Di dalam pengabdian tersebut kita akan melaksanakan beberapa kegiatan pada siswa-siswi seperti, Pelatihan Life Skill, Shering Imformasi, tour kebeberapa sekolah di Subulusalam, Sosialisasi Tentang Bahaya Narkoba, Pendidikan Karakter serta Ekstra Kurikuler (Belajar Sambil Bermain)  dengan tujuan menumbuhkan semangat anak dalam proses belajar tanpa rasa kejenuhan," jelasnya. 

Hal senada disampaikan Ketua Ikamasri, Darlis Samb. Menurunya Ikamasri merupakan kumpulan beberapa mahasiswa asal Subulussalam yang kuliah di Banda Aceh yang membuat organisasi.

"Kita berharap organisasi ini tidak hanya sebatas tempat berkumpul saja, namun bisa memberikan kontribusi nyata dalam mendorong elekstabilitas pendidikan daerah," ujarnya.[]