Ilmuan Malaysia Belajar Syariat Islam ke Aceh

"Doakan kami sehingga hal serupa bisa kamu terapkan di Malaysia"

Ilmuan Malaysia Belajar Syariat Islam ke Aceh
Wagub Aceh, Nova Iriansyah menerma rombongan - Rombongan ilmuan Malaysia dipimpin langsung oleh Dato Sri Dr. Muhammad Khirtoyo, Kamis 25 Januari 2018. [Foto: Humas Aceh]

Ilmuan Malaysia Belajar Syariat Islam ke Aceh

"Doakan kami sehingga hal serupa bisa kamu terapkan di Malaysia"

Banda Aceh - Rombongan ilmuan Malaysia dipimpin langsung oleh Dato Sri Dr. Muhammad Khirtoyo berkunjung ke Aceh dan bertemu Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah dalam rangka mencari informasi terkait pelaksanaan pembangunan Aceh dan penerapan syariat Islam, Kamis 25 Januari 2018.

Kedatangan rombongan Dato Sri Dr. Muhammad Khirtoyo yang juga mantan Menteri Besar Negeri Selangor serta Pimpinan Yayasan Kepemimpinan Ilmuan Negara Malaysia itu turut disambut unsur pimpinan daerah Aceh dan para pimpinan SKPA, serta Wakil Rektor UIN Ar-Raniry, Kepala Dinas Syariat Islam serta Kepala Biro Humas Setda Aceh.

Dato Muhammad Khiryoto mengatakan, kedatangannya ke Aceh bukanlah yang perdana. Ia merupakan salah satu rombongan relawan pertama yang tiba ke Aceh saat Tsunami 2004 lalu. Ia yakin Aceh akan menjadi daerah maju, karena pondasi pembangunan dinilai telah kokoh. 

Pondasi yang dimaksud adalah penerapan syariat Islam, yang menjadi dasar dari segala pembangunan di Aceh. "Kesadaran masyarakat Aceh dalam memuliakan agama Islam sangat kuat," kata Muhammad Khirtoyo.

Penerapan syariat Islam di Aceh, ujar Dato Muhammad Khirtoyo, tidak mampu digugat oleh siapa pun bahkan oleh bangsa mana pun. Hal tersebut didasarkan atas penerapan syariat Islam atas kehendak seluruh masyarakat. "Kita ingin belajar dari Aceh," cetusnya.

Di Aceh, Dato Muhammad Khirtoyo bersama rombongan akan melihat beberapa pelaksanaan syariat Islam. Salah satunya adalah hukuman cambuk bagi pelanggar yang akan dilangsungkan besok di Jantho. Bukan hanya di Aceh, mereka juga akan melihat hukuman serupa di Brunai Darussalam.

"Doakan kami sehingga hal serupa bisa kamu terapkan di Malaysia," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah menjelaskan penerapan syariat Islam di Aceh merupakan salah satu fokus pembangunan yang sedang dipacu di bawah kepemimpinan ia bersama Gubernur Irwandi Yusuf.

Hingga kini, telah 16 tahun syariat Islam diterapkan di Aceh. Tercatat ada 15 qanun yang telah disahkan, di samping juga instruksi serta peraturan gubernur terkait dengan penguatan pelaksanaan syariat Islam.

"Tak hanya pembangunan fisik, kita juga gencar mengupayakan syiar Islam bagi seluruh masyarakat," kata Wagub Nova.

Wagub Nova menjelaskan, syariat Islam di Aceh tak hanya sebatas pada pelaksanan hudud, atau pidana. Meski pidana menjadi salah satu unsur penting, namun masyarakat tetap dibina dengan ilmu-ilmu Islam. 

Pemerintah Aceh bahkan ikut memberikan perhatian khusus pada perekonomian Islam. Di antara langkah yang dilakukan adalah mengkonversi Bank Aceh, bank milik pemerintah yang semula adalah bank konvensional menjadi bank dengan sistem Syariah. 

"Kita tengah merancang grand desain syariat Islam Aceh. Harapan kita nantinya grand desain itu bisa jadi rujukan pemerintah dalam menjalankan aktifitas di bawah naungan syariah," kata Wagub Nova.

Selain tu, Wagub juga memperkenalkan berbagai potensi yang bisa dikembangkan di Aceh. Di antara potensi yang dikenalkan adalah ekonomi, wisata, budaya, pendidikan dan kesehatan. 

"Kami mengharapkan ini menjadi awal baik untuk mengenal potensi Aceh lebih dalam sehingga banyak kerjasama ekonomi yang bisa kita lakukan," katanya.[]