Irwandi: Kita Tidak Boleh Membiarkan Anak-Anak Kita Dididik oleh Guru Kualitas KW

Gubernur Irwandi juga meminta Dinas Pendidikan Aceh dan pihak Legislatif untuk mencari formulasi baru terkait gaji guru kontrak, guru honorer dan guru bakti yang harus dibayar sesuai UMR.

Irwandi: Kita Tidak Boleh Membiarkan Anak-Anak Kita Dididik oleh Guru Kualitas KW
Prosesi pengukuhan Darwati A Gani sebagai Bunda Paud (Pendidikan Usia Dini) Provinsi Aceh periode 2017-2022 oleh Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, di Banda Aceh, Sabtu, 30 September 2017. Photo: Page Irwandi Yusuf

Irwandi: Kita Tidak Boleh Membiarkan Anak-Anak Kita Dididik oleh Guru Kualitas KW

Gubernur Irwandi juga meminta Dinas Pendidikan Aceh dan pihak Legislatif untuk mencari formulasi baru terkait gaji guru kontrak, guru honorer dan guru bakti yang harus dibayar sesuai UMR.

Banda Aceh – Gubernur Aceh Irwandi Yusuf menilai untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Aceh dengan program Aceh Caroeng, anak-anak Aceh tidak boleh dididik oleh guru kualitas KW. Pernyataan Irwandi terkait kesejahteraan guru dan belum meningkatnya kualitas pendidikan di Aceh tersebut, disampaikan pada acara Pengukuhan Bunda PAUD, Sabtu 30 September 2017 di Hotel Grand Syariah Banda Aceh.

“Dulu kita tahu ada banyak rekom-rekom sehingga mereka lolos, sekarang harus berubah. Saya mengerti jika lapangan pekerjaan di Aceh sangat dibutuhkan, tetapi juga tidak boleh berjudi dengan guru-guru yang mendidik anak-anak kita. Kita tidak boleh membiarkan anak-anak dididik oleh guru-guru kualitas KW,” kata Irwandi  

Selain itu, Gubernur Irwandi juga meminta Dinas Pendidikan Aceh dan pihak Legislatif untuk mencari formulasi baru terkait gaji guru kontrak, guru honorer dan guru bakti yang harus dibayar sesuai Upah Minimum Regional (UMR).

“Oleh karena itu saya minta kepada SKPA terkait, dan kepada legislatif Aceh untuk memformulasikan ulang tentang guru kontrak, guru honor, dan guru bakti yang harus dibayar sesuai dengan UMR,” tambahnya.  

Dalam kesempatan tersebut, Irwandi mengakui, tidak mungkin pendidikan di Aceh dapat meningkat mutunya apabila kesejahteraan guru tidak ditingkatkan.

“Guru PAUD dan guru-guru lainnya, tidak mungkin dapat meningkatkan mutunya tanpa kita meningkatkan dan menambah kesejahteraannya. Saya terus terang ingin menaikkan kesejahteraan guru-guru tersebut dengan membayar sesuai dengan UMR,” kata Irwandi.

Menurutnya, kualitas pendidikan di Aceh tidak terlepas dari proses rekrutmen guru pada masa sebelumnya yang tidak menjaga kualitas. Sehingga dirinya meminta Dinas Pendidikan Aceh dan Dinas pendidikan Kabupaten/ Kota untuk melakukan verifikasi ulang terhadap kebutuhan guru, demi meningkatkan kualitas pendidikan di Aceh.

“Tetapi faktanya pada masa yang lalu terjadi rekrutmen secara massal terhadap tenaga kontrak, tenaga honorer, dan tenaga bakti. Sekarang saya minta Dinas Pendidikan Aceh, dan Dinas Pendidikan Kabupaten/ Kota untuk melakukan seleksi ulang mana guru yang pantas mengajar,” tegas Irwandi.[]